Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

Tulis Slogan Pro-India, Pekerja Pabrik Ini Terancam 20 Tahun Penjara

SELASA, 05 DESEMBER 2017 | 07:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pria Pakistan telah ditangkap di kota Haripur karena menulis "Long live India" di dinding.

Polisi setempat mengatakan, pria itu adalah Sajid Shah, seorang pekerja pabrik berusia 20 tahun. Pemuda itu mengaku telah menulis slogan "Hindustan Zindabad". Itu adalah adalah istilah Persia Hindustan yang terus digunakan sebagai nama untuk Republik India setelah partisi.

Pria tersebut mengatakan kepada polisi bahwa dia menyukai musik dan film Bollywood dan ingin menjadi aktor.


Atas hal tersebut, pria itu bisa menghadapi hukuman tujuh tahun penjara.

Pakar hukum mengatakan bahwa meskipun slogan itu sendiri tidak dilarang secara khusus, namun hal itu dapat ditafsirkan, sebagaimana tercantum dalam pasal 505 undang-undang Pakistan, sebagai bentuk hasutan untuk memberontak, membahayakan kehidupan personil militer atau hasutan untuk melakukan kekerasan terhadap negara.

Penangkapannya bermula setelah ada laporan polisi yang berpatroli dan menemukan tulisan itu di dinding sebuah rumah di koloni Makhan.

"Polisi mengetuk pintu dan seorang pemuda keluar. Pria itu mengatakan bahwa dia telah menulis kata-kata itu," kata laporan tersebut seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya