Berita

Foto: Net

Politik

Golkar, Jokowi Dan Pilpres 2019

SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 17:57 WIB | OLEH: KHALID ZABIDI

HASIL Munaslub Golkar tahun 2016 lalu, Golkar memutuskan untuk mendukung pemerintahan Jokowi-JK setelah menyelesaikan konflik dua kubu yang berseberangan yang membuat Golkar terbelah selama 2 tahun, selain bergabung dengan koalisi pemerintah Golkar juga secara resmi mencalonkan Presiden Jokowi menjadi Capres Golkar untuk Pilpres 2019.

Golkar menjadi partai politik pertama yang secara resmi mencalonkan Jokowi sebagai Capres Golkar mendahului parpol-parpol lainnya termasuk partai
pengusung Jokowi JK pada Pilpres 2014.

Setelah itu, Golkar membuktikan diri sebagai partai pemerintah dengan segenap tenaga politiknya selalu menjadi yang terdepan menjaga agenda-agenda politik pemerintahan Jokowi JK.

Setelah itu, Golkar membuktikan diri sebagai partai pemerintah dengan segenap tenaga politiknya selalu menjadi yang terdepan menjaga agenda-agenda politik pemerintahan Jokowi JK.

Dua wilayah dukungan Golkar kepada pemerintahan Jokowi JK terbagi di wilayah eksekutif dengan menempatkan kader terbaik Golkar Wapres Jusuf Kalla yang secara konsisten dan aktif mendukung program pemerintah, Luhut Binsar Panjaitan menjadi pengawal dan penjaga terdepan Jokowi mulai dari sebagai Kepala KSP, Menko Polkam dan kini Menko Maritim, Airlangga Hartarto memberikan kemampuan terbaiknya di bidang industri dan Nusron Wahid yang menjalankan tugas tanpa masalah tentang ketenagakerjaan khususnya TKI di luar negeri.

Wilayah kedua adalah bagaimana Golkar menjadi conductor orkestrasi kebijakan di DPR, bagaimana Golkar menentukan berjalannya dan diketuknya RUU di DPR, berturut-turut UU Tax Amnesty, UU Pemilu, UU Ormas dan APBN 2018. Golkar telah membuktikan dirinya sebagai parpol pendukung pemerintah dengan bekerja sungguh-sungguh sepenuh hati.

Bahkan, dalam laporan survey rutin lembaga Poltracking 8-15 November 2017 lalu dengan responden cukup banyak yaitu 2400 responden yang tersebar di 34 Provinsi. Golkar menempati urutan pertama dengan angka 15,6 persen sebagai partai politik yang dianggap dekat dengan Jokowi.

Golkar juga menjadi partai pertama di luar PDIP yang dianggap publik paling mendukung pemerintahan Jokowi-JK, hal ini menggambarkan bahwa Golkar telah menjadi parpol koalisi pendukung pemerintahan Jokowi-JK yang paling loyal setelah PDIP dibandingkan parpol parpol lainnya.

Golkar Konsisten

Di tengah terpaan kritik dari parpol oposisi terhadap pemerintahan Jokowi-JK, Golkar tetap konsisten menjalankan tugas-tugas yang diberikan, memberikan masukan dan menjadi corong keberhasilan dari program-program pemerintah.

Golkar secara terbuka menyampaikan keberhasilan pemerintah namun juga tidak segan memberikan masukan kepada permerintah terhadap program-program yang belum tercapai ataupun melenceng targetnya. Khususnya bagaimana memperhatikan dan menjaga bahwa pembangunan bisa berdampak langsung terhadap meningkatnya tenaga kerja memperdekat jarak kesenjangan dan pengurangan kemiskinan.

Kekuatan Partai Golkar adalah pada kekuatan kadernya yang memiliki kualifikasi mumpuni di bidangnya dan sistem organisasi yang telah berjalan mantap. Ini dibuktikan sekali lagi pasca penahanan SN sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP beberapa waktu lalu.

DPP Golkar langsung menyelenggarakan rapat pleno yang menghasilkan suatu keputusan yang menjadi panduan pengambilan kebijakan selanjutnya. Walaupun dinamika yang terjadi tampak keras namun kader Golkar tetap taat azas dengan menghormati keputusan DPP hasil rapat Pleno 21 November 2017 yang menghasilkan 5 keputusan:

1) Menyetujui Idrus Marham sebagai Plt (pelaksana tugas) sampai ada putusan praperadilan, 2) Apabila gugatan Setya Novanto diterima dalam proses praperadilan, maka tugas Plt Idrus Marham dinyatakan berakhir. 3) Apabila gugatan Setya Novanto dalam proses pengadilan ditolak, maka Plt bersama ketua harian melaksanakan rapat pleno untuk menetapkan langkah setelahnya untuk meminta Setya Novanto undur diri dari Ketua Umum Partai Golkar dan bila Setya Novanto tidak mengundurkan diri maka rapat pleno memutuskan menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa atau munaslub. 4) Plt Ketua Umum khususnya yang bersifat strategis, harus dibicarakan dengan ketua harian, korbid, dan bendahara umum, 5) Posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR menunggu putusan praperadilan.

Hasil rapat pleno inilah yang menjadi panduan bagi Golkar untuk memutuskan langkah-langkah selanjutnya. Desakan Munaslub makin membesar namun kader Golkar harus dapat menahan diri untuk tetap menghargai aturan dan keputusan yang telah diambil agar jalan keluar penyelesaian transisi kepemimpinan Golkar memenuhi kehendak bersama secara institusional bukan kehendak perseorangan ataupun kelompok.

Siapapun Ketua Umum Golkar terpilih kelak, telah disepakati bersama diantara para elit Golkar bahwa Golkar akan tetap konsisten menjadi partai pendukung pemerintah dan mencapreskan Jokowi menjadi capres Golkar pada piplres 2019. Golkar akan memenangkan Jokowi dengan kekuatan maksimum menggunakan mesin partai yang dimiliki.

Golkar akan menyiapkan nama-nama pendamping untuk mendampingi Jokowi, apakah nama-nama itu datang dan diambil dari kader internal Golkar ataupun nama-nama yang sudah mempunyai prestasi, popularitas dan elektabilitas yang baik di mata publik namun tentu hak untuk menentukan siapa cawapres Jokowi adalah hak Jokowi sendiri yang secara bersama-sama akan dibicarakan di tingkat partai politik koalisi yang mendukungnya kelak.

Golkar Menang, Jokowi Menang!

Penulis adalah pengurus DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya