Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Nusantara

Orang Miskin Bertambah, Mensos Salahkan Bencana

SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 10:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bencana alam yang melanda sejumlah daerah berdampak mun­culnya masyarakat miskin.

Ia menyebut kondisi itu den­gan istilah "Jamila" atau "Jadi Miskin Lagi". Khofifah mengatakan, sekitar 80 persen dari warga yang terkena bencana alam ini kembali berstatus jadi miskin, alias jamila. Padahal, sebelumnya status mereka sudah sejahtera.

"Berdasarkan pemetaan wilayah yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama Desember 2017, ada 323 kota dan kabu­paten di Indonesia, yang berisiko tinggi terhadap bencana alam, mulai dari banjir, gunung me­letus dan tanah longsor," kata Mensos di Malang.


Mensos mengatakan, penanganan pada tahap tanggap darurat harus jadi prioritas, termasuk bantuan pangan dari pemerin­tah. Pemerintah Daerah harus mau mengeluarkan SK Tanggap Darurat agar bisa mengeluarkan cadangan pangan di gudang Bulog.

Untuk tingkat kota dan kabu­paten, katanya, cadangan pangan bagi masyarakat yang bisa dike­luarkan di bawah 100 ton, untuk tingkat provinsi hingga 200 ton, dan di atas 200 ton harus melalui SK Menteri Sosial (Mensos).

"Saya kira Standard Operating Procedure (SOP)-nya sudah sangat jelas, sehingga kepala daerah tidak perlu ragu. Jika be­ras cadangan yang dikeluarkan untuk penanganan bencana alam itu tidak mencukup, bisa menga­jukan ke Kemsos," ujarnya.

Sebelumnya, Mensos menge­mukakan jika angka pengungsian hingga September 2017 menca­pai 3,2 juta jiwa. Angka tersebut naik signifikan jika dibanding­kan dengan tahun 2016 yang hanya 2,7 juta jiwa dan 2015 mencapai 1,2 juta.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 UMM Prof Syamsul Arifin mengatakan, keberadaan Muhammadiyah Disaster Menagament Center (MDMC), dan para relawannya sangat dibutuhkan karena Indonesia adalah negara rawan bencana.

"Harapan kami, MDMC mam­pu mengatasi dan menangani se­tiap terjadi bencana alam, sekali­gus melakukan kegiatan penting lainnya, seperti meningkatkan kepekaan dan kepedulian terh­adap bencana, apalagi MDMC menjadi frontliner hari relawan yang diinisiasi tahun 2016 di Yogyakarta," ucapnya.

Jambore Nasional ke-2 Relawan Muhammadiyah yang dinisiasi MDMC berlangsung selama empat hari (30 November hingga 3 Desember), di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya