Berita

Foto/Net

Nusantara

Menteri Basuki Kebut Bangun Jembatan Holtekamp Jayapura

Pede Tidak Hadapi Banyak Kendala
SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 10:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Pekerjaan Umum Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan, pembangunan Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Papua dapat diselesaikan pada September 2018, atau lebih cepat dari rencana semula tahun 2019. Saat ini, progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 78,68 persen.

Pembangunan Jembatan Holtekamp tidak banyak mengalami kendala. "Sesuai rencana awal akan selesai tahun 2019, namun tengah kami upayakan percepatan penyelesaiannya," kata Basuki.

Pembangunan Jembatan Holtekamp yang memiliki tipe Steel Box Arch Bridge akan menjadi ikon dan destinasi wisata baru di Papua, khususnya Jayapura.


"Kami sudah memiliki desain­nya. Ruang Terbuka Hijau akan dibangun dikaki jembatan yang dapat dinikmati masyarakat luas. Selain itu, juga bisa dikembang­kan untuk olahraga air seperti ski dan dayung," katanya.

Menurutnya, keberadaan Jembatan Holtekamp memi­liki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, permukiman dan kegiatan perekonomian di da­lam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya mem­butuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit.

Pembangunan Jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura. PUPRmen­danai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangu­nan Jembatan Pendekat Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pem­bangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.

"Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp 1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya," bebernya.

Terkait konstruksi satu dari dua box baja pelengkung bentang utama Jembatan Holtekamp yang diproduksi di PT PAL Indonesia, Surabaya katanya telah ram­pung, dan siap dikirim dengan kapal secara utuh ke Jayapura untuk dipasang. Pengiriman box baja pelengkung dengan panjang 120 meter tersebut direncanakan pada Minggu, (3/12) bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti PU ke-72.

"Umumnya, perangkaian sebuah jembatan dilakukan di lokasi. Namun untuk Holtekamp, perangkaian konstruksi dilaku­kan di tempat berbeda yaitu di PT PAL Indonesia Surabaya," kata Basuki.

Pembuatan pelengkung ben­tang tengah tersebut dilaku­kan sejak Juli 2017, dan untuk pengiriman box baja pelengkung kedua akan dilakukan pada pertengahan Desember 2017.

Dalam pembuatannya, ting­kat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan da­lam pembangunan jembatan mencapai 95 persen. Hal ini untuk mendukung peningkatan pemanfaatan dan produksi baja dalam negeri.

"Beberapa kelebihan lain­nya adalah merupakan jem­batan lengkung box dengan bentang terpanjang dan terlebar di Indonesia. Ini juga men­jadi pengiriman jembatan utuh terjauh yakni 3.200 km dari Surabaya ke Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan yakni 30 hari," ujarnya.

Selain itu, jembatan ini juga dilengkapi spesial bearing dinamakan seismic isolation pendulum bearing dan spesial expansion joint. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya