Berita

Foto/Net

Bisnis

Pemerintah Jangan Diam Saja Dong...

Gejala Deindustrialisasi Sudah Terlihat
SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 09:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pengusaha menilai gejala deindustrialisasi sudah terlihat dengan banyaknya industri yang mengurangi produksinya. Penyebabnya, penjualan menurunan dan banyaknya aturan pemerintah yang tidak mendukung. Pemerintah jangan diam saja.

Ketua Asosiasi Pengusaha Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga mengatakan, saat ini sudah banyak perusahaan keramik yang mulai mengurangi produksi. Bahkan, sudah ada yang stop produksi.

"Kalau dibilang deindustrialisasi belum, tapi kalau dibiarkan terus kondisi industri seperti ini bisa ke arah sana karena penjualan terus lesu dan biaya produksi mahal," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Menurut Elisa, saat ini permintaan keramik sejak 2015 terus mengalami penurunan. Penyebabnya, adalah lesunya penjualan properti. Padahal, selama ini permintaan keramik tergantung penjualan properti.

"Kalau penjualan properti naik, pasti demainnya naik," katanya.

Penjualan puncak keramik terjadi pada 2012-2013 yang bisa mencapai 520 juta meter persegi. Nah, penjualan tahun ini diramal hanya akan tembus 340 juta meter persegi.

Lesunya industri keramik juga dipengaruhi oleh mahalnya biaya energi. Menurut dia, harga gas di dalam negeri masih lebih mahal dibandingkan negara pesaing lainnya.

Selain itu, harga gas dalam negeri tidak sesuai dengan harga minyak. Padahal, di negara lain, harga gas disesuaikan dengan harga minyak. Alhasil, ketika harga minyak turun harga gas ikutan turun.

"Tapi di kita, harga minyak turun, harga gas tetap mahal," ujarnya.

Dengan kondisi ini, kata dia, industri dalam negeri tidak bisa bersaing dengan produk impor harganya bisa lebih murah. Efeknya akan banyak perusa-haan kurangi produksi. "Jika dibiarkan terus kita akan deindustrialisasi," katanya.

Elisa meminta, pemerintah memperhatik industri keramik karena salah satu industri unggu-lan. Apalagi, bahan baku industri ini banyak di dalam negeri.

Ketua Umum Himpunan Industi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Soenoto mengatakan, gejala deindustrialisasi yang terjadi saat ini disebabkan oleh aturan yang dibuat pemerintah sendiri. "Banyak aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah justru malah mematikan industri kita. Misalnya mengekspor bahan baku," ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut dia, gejala deindustrialisasi sudah dirasakan oleh industri mebel dan kerajinan. Penyebab, pasokan bahan baku yang langka. Padahal, Indonesia memiliki banyak bahan baku.

Akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada indutri ini, banyak perusahaan yanga mulai mengurangi produksi. Bahkan, sudah ada yang gulung tikar. Akibatnya, Indonesia hanya akan menjadi pasar barang impor saja.

"Karena itu, pemerintah harus memperbaiki aturannya dan lebih pro kepada industri. Pemerintah jangan diam saja dong," ujarnya.

Jika hal tersebut dilakukan, maka pemerintah bisa menyelamatkan Indonesia dari deindustrialisasi. Padahal, selama sektor industri menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB). "Kalau industri terus diganggu, tidak heran sumbangan ke PDB akan terus berkurang," tukasnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya