Berita

Ilustrasi/RM

Nusantara

DKI Target Seribu Bank Sampah di 2018

SENIN, 04 DESEMBER 2017 | 04:41 WIB | LAPORAN:

Dinas Lingkungan Hidup DKI bersama Unilever Indonesia, Yayasan Rumah Pelangi dan Paguyuban Jakarta Green and Clean, memberikan apresiasi kepada para pelaku penggiat bank sampah atas dedikasi dan komitmennya mengelola sampah diwilayahnya masing-masing.

Pemberian apresiasi ini diselenggarakan di 18 kota di Indonesia. Yaitu di Jakarta, Balikpapan, Yogyakarta, Magelang, Makassar dan lainnya. Acara tersebut dihadiri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Di Jakarta sendiri, acara pemberian apresiasi kepada penggiat bank sampah di empat Kota (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi) digelar di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/12).


Masing-masing kota, akan menerima 13 apresiasi yang dibagi menjadi tiga kategori. Yakni, kategori pertama, adalah kategori pembina. Bank sampah yang sudah berjalan diatas dua tahun dan sudah menciptakan dan membina bank sampah lain. Untuk kategori ini akan diberikan kepada tiga penerima apresiasi.

Kategori kedua, adalah kategori penggerak. Bank sampah yang diinisiasi dibawah satu tahun dengan pencapaian pada jumlah nasabah, jumlah reduksi sampah dan pengembang yang dilakukan dalam kegiatan bank sampah. Apresiasi akan diberikan kepada tiga bank sampah.

Para penerima apresiasi akan diberikan hadiah tunai untuk mengembangkan program sampah. Untuk kategori pembina diberikan uang tunai Rp 5 juta bagi juara pertama, Rp 3 juta juara kedua dan Rp 2 juta juara tiga.

Kategori penggerak, akan menerima hadiah tunai sebesar Rp 2,5 juta juara pertama, Rp 1,5 juta juara dua dan Rp 1 juta juara tiga.

Sedangkan untuk kategori bank sampah aktif akan diberikan apresiasi sebesar Rp 500.000 untuk tujuh bank sampah.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup DKI, Yusiono A Supalal mengatakan pemberian apresiasi kepada pelaku dan penggiat bank sampah merupakan ungkapan penghargaan karena mereka telah menjaga konsistensi mengelola sampah di Kota Jakarta.

"Kami menilai penggiat bank sampah ini dari awal hingga akhir tahun. Kami menilai konsistensi proses mereka sepanjang tahun. Ini lah kebanggaan buat kita,” kata Yusiono.

Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan seluruh warga Jakarta. Apalagi sekarang ini, Dinas Lingkungan Hidup DKI diberikan target mengurangi sampah yang akan diolah di TPST Bantargebang. Target itu telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022.

"Kita diwajibkan mengurangi volume sampah  di RPJMD DKI 2017-2022. Untuk bisa meningkatkan peranan pengolahan sampah untuk mengurangi volume sampah, maka yang punya peranan besar itu adalah bank sampah,” ujarnya.

Saat ini, di Jakarta masih ada sekitar 500 bank sampah. Tahun depan, ia menargetkan jumlah bank sampah dapat bertambah sebanyak 1.000 hingga 1.500 bank sampah.

"Idealnya, minimal satu RW memiliki satu bank sampah. Dan di Jakarta, ada sekitar 2.700 RW. Jadi kedepan kita harus kejar bangun bank sampah mencapai 2.700,” ungkapnya.

Head of Environment and Sustainability Yayasan Unilever Indonesia, Maya Tamimi mengatakan sadar pentingnya pengelolan sampah secara kolektif dan terintegrasi, Unilever Indonesia melalui Yayasan Unilever Indonesia sudah sejak tahun 2006 secara konsisten mendukung kegiatan Jakarta Green & Clean.

Program ini merupakan program bersama masyarakat Jakarta untuk mengelola sampah dari sumbernya, demi mengurangi beban sampah ke lingkungan.

Selanjutnya, sejak tahun 2008, Unilever mulai mengadopsi pendekatan Bank Sampah. Kemudian memperkuat sistemnya dan menyebarkan nya ke berbagai daerah di Indonesia. Dan hingga saat ini, ada sekitar 2.237 Bank Sampah di seluruh Indonesia yang membantu mengurangi 4.787 ton beban sampah ke TPA di tahun 2017.

Di Jakarta sendiri ada sekitar 290 Bank Sampah yang kami damping dengan total sampah yang dikelola sebesar 582 ton di tahun 2017.

"Kami berharap dengan adanya acara apresiasi ini mampu menginspirasi dan memotivasi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, salah satunya dengan aktif terlibat dalam Bank Sampah. Semoga di masa yang akan datang jumlah sampah tidak hanya dapat berkurang, tetapi dikelola dengan baik untuk masa depan yang lebih cerah dan hijau,” kata Maya. [sam]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya