Berita

Poempida Hidayatullah, Eko Sulityo, DAN Emrus Sihombing/RMOL

Politik

Orkestra: Elektabilitas Gerindra Ungguli PDIP

MINGGU, 03 DESEMBER 2017 | 11:42 WIB | LAPORAN:

Gerindra berpeluang besar menjadi partai pilihan publik dan menggesar elektabilitas PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu 2014.

Direktur Organisasi Kesejahteraan Masyarakat (Orkestra), Poempida Hidayatulloh menyebutkan, elektabilitas Gerindra saat ini menempati posisi teratas.

Berdasarkan hasil survei Orkestra selama periode 6-20 November 2017, apresiasi positif diberikan oleh responden kepada Gerindra, diminati secara luas dan beragam segmen pemilih baik dari sisi geografi, ekonomi, pendidikan dan usia pemilih.


Tingkat keterpilihan Gerindra ini sebesar 15,2 persen, disusul PDIP 12,5 persen, Partai Demokrat berada di urutan ketiga dengan elektabilitas 7,4 persen, Golkar 7,3 persen, PKS 5,8 persen, PKB 5,4 persen, PKB 4,5 persen, PPP 3,4 persen, PAN 3,3 persen.

Berikutnya ada Nasdem 3,3 persen, Perindo 2,9 persen, Hanura 2,4 persen, PSI 2,0 persen, PKPI 1,8 persen, PBB 1,6 persen, selebihnya 25,6 persen tidak menjawab atau tidak tahu.

Menurut Poempida, dari hasil survei nasional Orkestra ini, ada perubahan peta kecenderungan pemilih dibanding Pemilou 2014. Pada Pemilu 2014 PDIP menjadi pemenang Pemilu dengan perolehan suara 18,95 persen.

"Kemungkinan terjadi perseteruan sengit tiga parpol besar yaitu Gerindra, PDIP, dan Demokrat, dengan Gerindra memiliki peluang besar memenangkan Pileg 2019," kata Poempida memaparkan laporan survei Orkestra 'Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Mengukur Elektabilitas Parpol dan Capres di bilangan Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (3/12).

Poempida menambahkan, isu mengenai UU Ormas cukup menggerus suara PDIP dan melambungkan Partai Gerindra, ditambah Pilkada DKI 2017 dengan rentetan isu-isu penting tentang kepemimpinan muslim cukup merebut simpati publik yang mayoritas muslim.

Survei Orkestra tersebut melibatkan 1.300 responden dari 34 provinsi dengan syarat minimal usia 17 tahun atau memiliki hak suara dalam Pemilu. Adapun tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error tiga persen.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya