Berita

Pengungsi Yaman/Net

Dunia

Eks Presiden Yaman Tawarkan Dialog Dengan Koalisi Pimpinan Saudi

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 19:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh membuka diri untuk berbicara dengan koalisi pimpinan Saudi.

Dalam siaran di televisi nasional seperti dikutip BBC, ia mengatakan bahwa dirinya akan siap untuk "membalik halaman" jika koalisi tersebut mencabut blokade di Yaman utara dan menghentikan serangannya.

Tawaran tersebut muncul saat bentrokan semakin memburuk antara pasukan Saleh dan mantan sekutu mereka, Houthi.


Keretakan tersebut bisa memiliki implikasi signifikan bagi perang sipil Yaman.

Kedua kelompok tersebut telah memperjuangkan pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi bersama-sama selama hampir tiga tahun terakhir.

"Saya memanggil saudara-saudara kita di negara-negara tetangga untuk menghentikan agresi mereka dan mengangkat blokade dan kami akan membalik halaman itu," kata Saleh.

Dia mengecam Houthi yang didukung oleh Iran namun telah menjadi sekutunya melawan pemerintah yang diakui secara internasional selama bertahun-tahun untuk sebuah serangan terang-terangan terhadap anggota partainya, Kongres Rakyat Umum.

Lebih dari 8.670 orang telah terbunuh dan 49.960 terluka sejak sebuah koalisi pimpinan-Saudi yang mendukung Hadi ikut campur dalam konflik tersebut pada tahun 2015, menurut PBB.

Konflik dan blokade oleh koalisi tersebut juga telah menyebabkan 20,7 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, menciptakan keadaan darurat keamanan pangan terbesar di dunia, dan menyebabkan wabah kolera yang diperkirakan telah membunuh 2.211 orang sejak April. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya