Berita

Peta Hawaii-Korut/BBC

Dunia

Khawatir Ancaman Korut, Hawaii Tes Sirine Peringatan Serangan Nuklir

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 17:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Negara bagian Hawaii melakukan uji coba sirene peringatan serangan nuklir pada Jumat kemarin (1/12) waktu setempat.

Ini adalah kali pertama uji coba sirine itu dilakukan di Hawaii sejak berakhirnya Perang Dingin. Langkah ini dilakukan di tengah ancaman yang terus meningkat dari program rudal dan nuklir Korea Utara.

Hawaii sendiri sebenarnya rutin melakukan uji sirine seteiap bulannya, namun itu adalah sirine untuk bencana alam termasuk tsunami, mengingat Hawaii terletak di Pasifik.


Namun sinyal sirine serangan nuklir baru kali ini dilakukan tes dan menggunakan nada yang berbeda dan membingungkan. Bunyi sirine tersebut ditujukkan untuk  memperingatkan penduduk dan wisatawan untuk tinggal di dalam rumah dan menunggu instruksi lebih lanjut.

Vern Miyagi yang mengepalai Badan Manajemen Darurat Hawaii, mengatakan bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk memahami arti nada sirine yang berbeda-beda.

Korea Utara sejak beberapa bulan terakhir semakin mengintensifkan uji coba rudal balistik. Pada bulan September melakukan uji coba nuklir keenam.

Korea Utara baru-baru ini juga menguji rudal balistik antarbenua baru yang diklaimnya bisa menyerang di mana saja di daratan Amerika Serikat.

Para ahli mengatakan Hwasong-15 tampaknya mampu mengangkut hulu ledak nuklir, meskipun tidak jelas apakah Pyongyang belum mampu membuat senjata yang cukup kecil untuk dipasang pada sebuah rudal.

Diprediksi, sebuah rudal yang diluncurkan dari Korea Utara bisa menyerang Hawaii dalam waktu 20 menit setelah peluncuran.

Hawaii sendiri merupakan tuan rumah markas militer Amerika Serikat untuk kawasan Asia Pasifik. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya