Berita

Lokasi serangan di Pakistan/Net

Global

Militan Tehreek-e-Taliban Di Balik Burka Penyerang Kampus Pakistan

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 16:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Orang-orang bersenjata menyerbu sebuah perguruan tinggi di kota Peshawar di Pakistan jelang akhir pekan ini dan menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai 36 lainnya.

Serangan bermula ketika ada setidaknya tiga pria yang menyamar dengan mengenakan burka masuk ke Institut Pelatihan Pertanian Peshawar Jumat pagi kemarin (1/12). Mereka datang dengan menumpang becak.

Setelah tiba di dalam kampus, mereka segera melancarkan serangan.


Seorang siswa yang terluka, Ahteshan ul-Haq, mengatakan kepada Reuters bahwa pada saat serangan ada sekitar 120 orang siswa di lokasi. Kondisi kampus tidak terlalu ramai karena banyak siswa telah pulang untuk liburan akhir pekan.

"Kami tidur saat mendengar suara tembakan, saya bangkit dan dalam beberapa detik semua orang berlari dan berteriak 'Taliban telah menyerang'," katanya.

Seorang siswa lain, Saleh, mengatakan bahwa para pelaku menembaki semua orang yang berkeliaran dan mereka membongkar pintu untuk menyerang siswa.

Setelah petugas keamanan mengambil alih, sejumlah senjata ditemukan,a antara lain adalah rompi bunuh diri, tiga granat, dua bom dan sebuah pistol.

Salahuddin Khan Mehsud, kepala polisi provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan tiga penyerang berpakaian di burka ala perempuan mencapai gerbang dengan becak dan melepaskan tembakan untuk membersihkan jalan mereka ke gedung tersebut.

"Mereka semua memakai rompi bunuh diri tapi mereka dibunuh sebelum mereka bisa meledak," sambungnya.

Dia mengatakan enam siswa, seorang petugas keamanan dan dua warga sipil tewas dalam serangan tersebut.

"Ketiga teroris tersebut tewas saat kami mencoba mengidentifikasi mayat keempat," tambahnya, menyusul laporan sebelumnya bahwa ada beberapa orang bersenjata lainnya.

Seorang juru bicara untuk dua rumah sakit di kota tersebut mengatakan bahwa mereka telah menerima sembilan mayat dan merawat 38 orang yang terluka, termasuk beberapa orang dalam kondisi kritis.

Selama serangan di pusat pelatihan, juru bicara Tehreek-e-Taliban Pakistan, Muhammad Khurasani, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Para mujahid kami telah menyerang bangunan itu karena digunakan sebagai kantor ISI. Insya Allah pejuang kita akan berjuang sampai tetes darah terakhir," katanya, merujuk pada agen Intelijen Layanan Inter Pakistan seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya