Berita

Politik

Indonesia Berhasil Pertahankan Keanggotaan Di IMO

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 15:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dengan perolehan dukungan 132 suara, Indonesia berhasil mempertahankan posisi dan terpilih kembali sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) kategori "C" periode 2018-2019 pada pemilihan yang dilaksanakan dalam Sidang ke 30 IMO Assembly di Kantor Pusat IMO di London, Inggris, Jumat kemarin (1/12), pukul 19.10 waktu setempat.

Dalam voting yang dipimpin langsung oleh Sekjen IMO Kitack Lim itu telah ditetapkan negara-negara anggota sebagai Anggota Dewan IMO kategori A, B dan C.

Sebanyak 10 anggota Dewan IMO kategori A beranggotakan 10 negara yang memiliki peranan dan kepentingan dalam memberikan international shipping services (memiliki armada pelayaran terbesar), yaitu: Cina, Jepang, Italia, Panama, Yunani, Korea, Rusia, Inggris, Norwegia dan Amerika Serikat.


Sedangkan 10 anggota Dewan IMO kategori B memiliki kepentingan terbesar dalam penggunaan jasa pelayaran, yaitu: Australia, Brazil, Kanada, Prancis, Jerman, India, Belanda, Spanyol, Swedia dan Uni Emirat Arab.

Adapun 20 negara anggota Dewan IMO kategori C memiliki kepentingan khusus dalam bidang transportasi maritim atau navigasi, dan merepresentasikan kawasan-kawasan geografis utama di dunia, yaitu: Singapura 142 suara; Turki 138 suara; Siprus 136 suara; Malta 136 suara; Maroko 134 suara; Mesir 133 suara; Meksiko 133 suara; Indonesia 132 suara; Malaysia 131 suara; Peru 129 suara; Belgia 128 suara; Chili 126 suara; Filipina 124 suara; Denmark 123 suara; Afrika Selatan 122 suara; Jamaika 120 suara; Kenya 120 suara; Thailand 120 suara; Liberia 116 suara; dan Bahama 110 suara.

Indonesia berada di peringkat 8 dengan 132 suara, lebih baik dibandingkan pemilihan periode sebelumnya yang berada di peringkat 9 dengan 127 suara. Dari data di atas, terdapat 5 negara ASEAN yang terpilih sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C periode 2018-2019.

Adapun negara-negara yang mencalonkan diri namun tidak lolos dalam kategori "C" antara lain Saudi Arabia (105 suara), Antigua Barbuda (103 suara), Nigeria (98 suara), dan Aljazair (94 suara).

Dewan yang terpilih tersebut merupakan organ eksekutif IMO dan akan melakukan Sidang Dewan Perdana pada tanggal 7 Desember 2017 untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua periode 2018-2019.

Sidang IMO ke 30 kali ini dihadiri oleh 172 negara dan Indonesia kembali mengajukan diri dalam pemilihan Anggota Dewan IMO yang merupakan bagian dari rangkaian agenda kegiatan Sidang ke-30 IMO Assembly yang dilaksanakan pada tanggal 27 November-6 Desember 2017, di London, Inggris.

Keberhasilan mempertahankan posisinya sebagai anggota kategori C tidak terlepas dari persiapan dan lobi yang telah dilakukan untuk menyukseskan pencalonan Indonesia pada pemilihan Anggota Dewan IMO.

Dilansir dari laman setkab.go.id, Sekretariat Kabinet RI turut mendukung persiapan pencalonan tersebut melalui percepatan aksesi Protocol of 1988 relating to The International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS), 1974 yang telah disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 57/2017 dan Protocol of 1988 relating to The International Convention on Load Lines, 1966 yang juga telah disahkan melalui Peraturan Presiden Nomor 84/2017.

Selain percepatan aksesi, Tim Sekretariat Kabinet yang dipimpin oleh Wakil Sekretaris Kabinet, Ratih Nurdiati, juga berkontribusi sebagai Tim Pelobi negara-negara mitra pada kawasan Asia Pasifik, seperti Fiji, Kiribati, Maldives, Mongolia, Qatar, Solomon Island, Tonga, Tuvalu dan Vanuatu, untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C.

Dengan posisi tersebut, diharapkan akan semakin memperkuat posisi tawar Indonesia di dunia internasional khususnya terkait isu kemaritiman sesuai dengan prioritas program pembangunan Indonesia selama dua tahun ke depan, sebagai poros maritim dunia. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya