Berita

Dedi Mulyadi (berkemeja hitam)/RMOL Jabar

Politik

JELANG MUNASLUB GOLKAR

Siapapun Ketua Umum Golkar, Dedi Mulyadi Sekjennya

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 14:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ada dua nama yang menonjol sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar menyusul rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) bulan ini.

Mereka adalah Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dan tokoh muda Golkar yang kini menjabat Ketua Banggar DPR RI, Aziz Syamsuddin.

Keduanya dianggap pantas menggantikan Setya Novanto yang sudah berstatus tersangka sekaligus tahanan KPK dalam perkara E-KTP.


Terkait itu, menguat pula usul dari barisan kader Golkar di Jawa Barat untuk calon pengisi jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Golkar.

Para kader beringin di Tanah Pasundan mendorong Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi Sekjen tanpa mempedulikan siapapun ketua umumnya.

"Kami berharap Munaslub berjalan lancar sesuai konstitusi partai. Namun, kami sebagai kader di daerah menginginkan Kang Dedi Mulyadi menjadi Sekjen DPP, siapapun ketua umumnya," ujar Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Sapei, kepada RMOL Jabar, Sabtu (2/12).

Menurutnya, Dedi Mulyadi adalah representasi kader Golkar di provinsi paling padat se-Indonesia itu. Karenanya, pria yang juga menjabat Bupati Purwakarta itu dianggap sangat pantas mendampingi ketua umum baru.

Dihubungi terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Sarif Hidayat, mengomentari kemungkinan duet Aziz Syamsuddin dan Dedi Mulyadi. Kata dia, apapun hasil musyawarah yang konstitusional pasti akan ditaati kader di daerah.

"Dua-duanya kader muda terbaik Golkar, layak," singkatnya.

Nama Aziz semakin dijagokan karena ia merupakan representasi kaum muda yang bertengger di peringkat tiga (48 suara) dari seluruh calon ketua umum pada Munaslub Golkar di Bali tahun 2016.

Di peringkat dua saat itu adalah Ade Komarudin (173 suara), tetapi kini Ade dikabarkan tidak berhasrat lagi untuk berjuang memperebutkan kursi Ketua Umum Golkar. Sementara Airlangga Hartato hanya ada di peringkat lima dengan perolehan 14 suara. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya