Berita

Hendri Satrio/net

Pesan Kunci

Restu Jokowi Versus Munas Bali

SABTU, 02 DESEMBER 2017 | 10:58 WIB | OLEH: HENDRI SATRIO

PARTAI Golkar kembali menyita perhatian. Bukan tentang Setya Novanto yang ditangkap KPK atau keseruan menebak siapa nama-nama yang akan disebut Setnov di pengadilan, tapi tentang siapa yang akan mengganti Setnov dan menempati posisi  strategis lainnya seperti Ketua DPR, Sekjen, Ketua Fraksi atau Ketua Banggar DPR RI.

Keadaan masih pagi saat nama Airlangga Hartarto didengungkan sebagai calon pengganti Setya Novanto. Dengungan wajar karena memang Airlangga berada di dalam lingkungan kekuasaan, sejalan dengan garis politik Golkar yang memang selalu menempatkan diri di dalam kekuasaan.

Nama Airlangga Hartarto pun dicitrakan direstui oleh Presiden Joko Widodo. Saat pertemuan dengan beberapa fungsionaris dan kader Golkar dikabarkan Jokowi tidak keberatan dengan figur Airlangga, bahkan Airlangga pun langsung berani mengumumkan bahwa dirinya direstui Jokowi sebagai calon Ketua Umum Golkar.


Kabar angin sempat berhembus, di awal Jokowi sempat goyang karena ada bisikan Airlangga tidak memiliki akar rumput kuat. Saat Munas Bali lalu nama Airlangga jauh di bawah, kalah dari Setya Novanto, Ade Komarudin, Azis Syamsudin dan Syahrul Limpo. Oleh karena itu kendati kuat dihembuskan sebagai pengganti Setnov, hasil Munaslub masih sulit diprediksi.

Sejatinya kalau dilihat dari hasil Munas Bali, Ade Komarudin, Azis Syamsudin atau Syahrul Limpo lebih berpeluang dan pantas menjadi pengganti Setya Novanto. Belakangan Akom (panggilan Ade Komarudin) menyatakan akan mendukung siapa pun yabg mendukung Jokowi. Politisi Senior Golkar yang rendah hati ini kembali menunjukkan jiwa besar untuk menyelamatkan partai yang membesarkannya dengan tidak masuk ke ranah panasnya Munaslub. Syahrul pun nampaknya mengambil langkah demikian.

Artinya, hanya Azis Syamsudin nama yang berada di atas Airlangga saat Munas Bali lalu. Secara akar rumput berdasarkan hasil suara Munas Bali, Azis lebih diterima akar rumput dibandingkan Airlangga.

Azis bukan orang baru di Golkar. Aziz pernah menjabat Ketum Kosgoro 1957, Ketua Komisi III, Ketua DPP Golkar dan sekarang Ketua Banggar DPR-RI. Jadi wajar saja bila kubu Airlangga ketar-ketir bila Azis lebih serius maju dalam kompetisi Ketua Umum Golkar.

Nah, kita tunggu saja mana yang dipilih Golkar sebagai ketua mereka pengganti Setnov. Mau pilih Airlangga yang direstui Jokowi atau pilih Azis untuk meneruskan Munas Bali atau pilih Idrus Marham yang dicitrakan kelanjutan kabinet Setnov, atau bahkan langsung meminta Joko Widodo memimpin partai beringin ini.

Sebab, setelah Ketum, partai ini harus juga memilih Ketua DPR, Ketua Fraksi, Sekjen Golkar dan jabatan strategis lainnya.

Untuk posisi Sekjen Golkar yang juga strategis, saya sarankan memiliki kriteria muda, kritis, militan bahkan bisa juga diambil dari perwakilan daerah. Maka bisa saja nama Sekjen yang beredar adalah Dedi Mulyadi, Ahmad Dolly Kurnia, Ichsan Firdaus atau bahkan Melki Laka Lena. [***]

Penulis adalah pengamat komunikasi politik, pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi)

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya