Berita

Luhut Pandjaitan/net

Politik

Luhut: Alokasi Anggaran Tepat Sasaran, Utang Pasti Terbayar

JUMAT, 01 DESEMBER 2017 | 18:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, pemerintah tengah fokus dalam pembangunan infrastruktur secara nasional.

Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan biaya logistik di Indonesia agar dapat meningkatkan daya saing ekonomi, mengurangi kemiskinan dan kesenjangan.
Itu tercermin dari alokasi anggaran infrastruktur yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, anggaran untuk tahun 2018 yang dianggarkan melalui ABPN 2018 menembus Rp 400 triliun.

"Sekarang kita bisa melihat pembangunan infrastruktur, karena alokasi anggaran itu tepat sasaran, penggunaannya juga benar, subsidi yang tidak perlu sudah dicabut," kata Menko Luhut dua hari lalu, dalam acara Apel Danrem dan Dandim Terpusat tahun 2017, di Bandung.

"Sekarang kita bisa melihat pembangunan infrastruktur, karena alokasi anggaran itu tepat sasaran, penggunaannya juga benar, subsidi yang tidak perlu sudah dicabut," kata Menko Luhut dua hari lalu, dalam acara Apel Danrem dan Dandim Terpusat tahun 2017, di Bandung.

Biro Informasi dan Hukum Kemenko Maritim juga memberitakan bahwa Luhut menjabarkan tentang fokus pemerintah untuk pembangunan Indonesia Sentris. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur tumbuh lebih cepat dibandingkan bagian barat. Akibatnya, porsi PDB wilayah Indonesia Timur dan Tengah kecuali Kalimantan, meningkat cukup signifikan. Hal ini menunjukkan pemerataan pembangunan antar-wilayah di Indonesia.

Tentang utang negara, Luhut tegaskan masih ada cukup ruang untuk pembiayaan melalui utang selama digunakan untuk pembiayaan kegiatan yang produktif. Rasio utang Indonesia terhadap PDB masih relatif rendah dibandingkan negara-negara maju dan berkembang lainnya.

Menurut IMF dan OECD, utang Indonesia termasuk yang paling rendah. Sementara, rasio utang dibandingkan pendapatan pajak juga masih relatif lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia.

“Kita boleh berutang sepanjang utang itu produktif, artinya bisa menghasilkan dana untuk membayar utang itu sendiri, dan sampai hari ini kita sangat bagus dalam hal itu," tambah Menko Luhut. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya