Berita

Mori Satria (kanan)/Net

Nusantara

Mori Satria, Pemuda Minang Perintis Usaha Abon Kayo Sekaligus Penggerak Pemuda Desa

JUMAT, 01 DESEMBER 2017 | 13:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sudah panjang perjalanan hidup yang dilalui Mori Satria. Pemuda rantau asal Sumatera Barat ini pernah berdagang emperan untuk membiayai kuliah, menjadi buruh pabrik dan mengajar. Jalan hidup akhirnya memberikan pilihan kepadanya untuk berwirausaha.

Sejak dua tahun terakhir, ia merintis usaha sekaligus menggerakkan pemuda desa dan mahasiswa agar lebih produktif dan tidak bermental pekerja.

Di sebuah rumah kontrakkan di Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, Mori merintis usaha produksi pangan, abon dan keceprek tangkil. Abon yang diproduksi yaitu abon ayam dan lele dengan bumbu rendang dengan merk dagang 'Abon Kayo'.


"Ini salah satu perbedaan antara abon produksi kami dengan abon lain, karena saya orang Minang jadi menggunakan bumbu rendang," ujar Mori dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (1/12).

Untuk abon lele, Mori menggunanakan bahan baku ikan lele hasil produksi ternak para pemuda rekannya di desa sekitar Serang, terutama yang tergabung dalam komunitas Banten House. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari menyerap hasil ternak sesuai harga pasar ketika para pemuda peternak itu kesulitan membuka akses pasar.

Dalam setahun terakhir, pemuda kelahiran Solok 21 Mei 1985 ini membentuk komunitas Banten Hoause, sekitar 500 pemuda bergabung dalam komunitas ini. Mereka biasa berkumpul di sebuah tempat penjualan dengan model cafe yang berlokasi JL KH Abdul Fatahatan No 43. Tempat ini juga dijadikan sebagai lokasi pemasaran produk abon dan keceprek yang diproduksinya.

Mori juga membentuk Pusat Inkubasi Bisnis Pemuda Banten, yakni melatih para mahasiswa untuk melakukan pemasaran produk abon dan keceprek melalui internet dan pusat oleh-oleh.

"Jadi kita bekerjasama dengan para pemuda dan mahasiswa melakukan usaha dari hulu sampai hilir, menjual  olahan produk dari desa. Saat ini omzet kita sekitar Rp 15 juta per bulan," tutur Mori, yang saat ini sedang mempersiapkan siding ujian skripsi S1 di Institut Agama Islam Banten, Jurusan Pendidikan Agama Islam.

Mori merupakan satu dari 78 pemuda teknopreneur yang mengikuti pelatihan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bersama para pemuda terseleksi lain dari 34 provinsi, ia mendapatkan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK bertema "Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa" yang digelar di Bogor, Jawa Barat pada akhir Juli 2017.

Dia optimistis usaha ini akan terus berjalan. Karena keunggulan produk tanpa bahan pengawet dan inovasi serta evaluasi yang terus dilakukan. Juga produksi dan penjualannya yang melibatkan para pemuda. Saat ini bahkan ia tengah menyiapkan produk pangan terbaru jenis Nugget.

"Hakikat usaha itu ibadah, bisa bermanfaat bagi temen-temen semua. Memberdayakan desa, dengan membentuk pasar. Kita bantu agar usaha pemuda untuk berkembang," ujar Pemuda yang merantau dari kampung halamannya sejak 2008 ini.

Dia menegaskan, Pusat Inkubasi Bisnis Pemuda Banten dengan melibatkan para mahasiswa terlibat dalam pemasaran, juga untuk memberikan wawasan kepada mereka bahwa menjadi wirausaha adalah salah satu pilihan hidup. Mereka bisa jadi pengusaha, dan merubah mindset bahwa setelah lulus kuliah harus menjadi pekerja. [rus]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya