Berita

Wanda Hamidah/Net

Nusantara

Nasdem DKI: APBD 2018 Kurang Berpihak Pada Kepentingan Masyarakat Jakarta

JUMAT, 01 DESEMBER 2017 | 11:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Nasdem DKI Jakarta memberikan catatan atas pengesahan APBD DKI tahun 2018 sebesar Rp 77 triliun yang dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD DKI, Kamis kemarin (30/11). Nasdem DKI menganggap postur anggaran dalam APBD masih kurang berpihak kepada kepentingan rakyat secara menyeluruh.

‎"Pertama, soal DP rumah nol rupiah. Sampai hari ini Fraksi Nasdem belum mendapatkan kejelasan mekanisme program tersebut. Konsep tersebut harus diperjelas mengenai status kepemilikannya apakah milik pribadi atau hanya sewa, dan legalitas lahan yang dipergunakan. Kemudian, terdapat kerancuan definisi dalam program tersebut, bahwa program DP nol rupiah berbentuk hunian vertikal. Padahal, jika merujuk Pasal 81 ayat (4) Perda Nomor 1/2012 tentang RTRW DKI, bahwa perumahan vertikal merupakan Rumah Susun," kata Ketua DPW Nasdem DKI, Wanda Hamidah, Jumat (1/12).

Kedua, soal Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan. Nasdem menganggap, tim tersebut bentuk pemborosan anggaran secara masif, karena ada kenaikan anggaran yang sangat sebesar, dari Rp 2 miliar menjadi Rp 28 miliar.


Ketiga, soal anggaran Sekretariat DPRD DKI. "Kami menganggap bahwa anggaran Sekretariat DPRD perlu dikaji lebih dalam terkait besaran pos untuk dana kunjungan kerja," kata Wanda.

‎Keempat, lemahnya perhatian terhadap rumah ibadah. "Kami masih menemukan banyak masjid yang belum diakomodir dalam distribusi penganggaran hibah. Dari 3.400 masjid, hanya 11 yang proposalnya disetujui," beber Wanda.

Kelima, pembahasan Badan Anggaran yang sangat tergesa-gesa sehingga penelitian item peritem R-APBD tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

Keenam, penghapusan nominal PMD (Penanaman Modal Daerah) bagi BUMD vital di KUA PPAS dan RAPBD yang rawan kepentingan.

"Kami menilai kemandirian BUMD pada sektor perdagangan yang mengurusi hajat hidup masyarakat DKI Jakarta seperti PD Pasar Jaya, Food Station Tjipinang, Darmajaya, dan PAM Jaya harus tetap 100 persen berada di bawah kontrol Pemda dalam operasional dan kebijakannya. Poin ini penting untuk kami sampaikan, agar BUMD tersebut dapat diperhatikan secara serius dalam hal pengelolaan anggarannya," ucapnya.

Ketujuh, soal peningkatan Dana Bantuan Parpol. Menurut Wanda, penambahan itu terlalu berlebihan dan masuk pemborosan terhadap APBD 2018.

"Dari catatan-catatan tersebut dan hasil koordinasi internal, kami berkesimpulan bahwa APBD DKI tidak prudent dan cenderung kurang berpihak kepada kepentingan masyarakat Jakarta pada umumnya. Oleh karena itu, kami bersama Fraksi Nasdem DPRD DKI menyatakan menolak seluruh mata anggaran yang tidak prudent tersebut, dan untuk menjadi perhatian semua khalayak untuk memakluminya. Kami mendesak Menteri Dalam Negeri untuk mengkoreksi secara menyeluruh isi APBD DKI itu," demikian Wanda. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya