Berita

Nusantara

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 21:54 WIB | LAPORAN:

Pemerintah terus mendorong penguatan peran kearifan lokal agar mampu menjadi peredam kemungkinan disharmoni sosial, ekonomi, politik dan budaya.

Hal itu sebagaimana diutarakan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (30/11).

Pernyataan itu juga diutarakan Khofifah saat menutup Konferensi Nasional Kearifan Lokal Tahun 2017 di Jakarta, kemarin.


"Tahun depan akan dilaksanakan pilkada di 171 titik baik kabupaten, kota maupun propinsi. Potensi disharmoni bahkan potensi konflik yang mungkin mengganggu kohesifitas sosial bisa terjadi. Maka tokoh lintas agama, lintas budaya dan lintas profesi diharapkan terus memupuk persaudaraan meskipun beda afiliasi politik, beda strata sosial ekonomi dan beda kulturnya,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan tokoh agama, pendidikan, budaya, adat dan lintas profesi. Tema kegiatan ini adalah Memperkuat Kearifan Lokal dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan  Menuju Indonesia  Damai dan Sejahtera.

"Berbagai isu kebangsaan saat ini antara lain radikalisme, konflik sosial, ekslusifitas, intoleransi dan terorisme dapat diminimalisir melalui penguatan peran tokoh agama dan budaya dalam mengusung kearifan lokal," katanya.  

Menurut Mensos, kearifan lokal yang dimaksud adalah ciri khas yang tumbuh, hidup dan adaptif, berskala lokal, punya kekuatan mengikat,  sebagai tuntunan perilaku bagi warganya dalam berelasi dengan lainnya berdasarkan kesetaraan, kesederajatan, dan non diskriminatif.

"Kepemimpinan lokal dan pemimpin informal, mekanisme lokal, sumber daya lokal, dan inisiatif lokal merupakan komponen-komponen utama dan  merupakan inti dari kearifan lokal yang hingga kini bertahan di tengah pengaruh globalisasi," katanya.

Khofifah lantas mencontohkan nilai-nilai kearifan lokal seperti Musyawarah Mufakat. Di Lampung hal ini disebut "Rembug Pekon", sementara di Bangka Belitung disebut "Sepintu Sedulang", atau Rakat Mupakat di Kaltim, dan Rembugan di Jawa Tengah.

Kemudian Gotong Royong, di beberapa daerah dikenal dengan istilah "Pokadulu" (Sulawesi Tenggara), sementara di masyarakat bugis dikenal dengan ungkapan "mali si parappe, malilu dipakainge, rabha si patokkong" yang berarti hanyut dibawa ke pinggir/saling menolong, hilap di nasehati, jatuh dibangkitkan).

Mensos mengatakan konferensi ini penting dalam situasi bangsa Indonesia menghadapi pilkada serentak tahun 2018, solusi atas radikalisme, konflik sosial, eksklusifitas kelompok dan golongan,  terorisme dan yang baru-baru ini terjadi adalah penyanderaan warga Indonesia oleh oleh kelompok bersenjata di Timika.

"Alhamdulillah berkat perjuangan TNI, Polri, dan rakyat Papua yang setia mencintai NKRI, maka semuanya dapat diselesaikan tanpa korban jiwa," papar Khofifah.

Ini semua, lanjutnya, terjadi berkat semangat kesetiaan seluruh bangsa menjaga  NKRI agar terus tegak dalam harmoni. Tentunya hal ini  tidak terlepas dari peran  kearifan lokal sebagai patron keberagaman yang saat ini masih hidup, berkembang dan berlaku hampir di semua daerah, misalnya setelah sandera  dibebaskan dengan aman dan selamat maka ada upacara bakar batu sebagai tanda syukur.

Seperti diketahui, keberagaman Indonesia tampak pada 300 kelompok etnis, 1340 suku, 6 agama besar, puluhan aliran kepercayaan, yang semuanya menyebar pada 17.000 pulau di seluruh wilayah.

"Keragaman ini jika dikelola dengan baik, maka identitas ke-Indonesiaan akan makin kental yaitu identitas kebangsaan yang bersumber dari kebhinekaan, diikat oleh Pancasila," tegas Khofifah.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan dalam Konferensi Nasional Kearifan Lokal dihasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat fungsi kearifan lokal.

"Pertama adalah memperkuat regulasi tingkat nasional tentang kearifan lokal. Kemudian memasukkan kurikulum kearifan lokal dalam materi Muatan Lokal dimulai PAUD, TK, SD sampai  perguruan tinggi baik formal maupun non formal,  tidak hanya materi pengenalan bahasa daerah, tetapi penguatan faham keberagaman dalam.bingkai Pancasila," paparnya.

Rekomendasi berikutnya adalah segera bersinergi dengan kementerian terkait khususnya Kementerian Desa dalam memperkuat kearifan lokal/adat dalam pembangunan desa.

"Kita juga akan optimalkan dan mobilisasi Tenaga Pelopor Perdamaian sampai tingkat desa atau kelurahan untuk memperkuat peran dan fungsi kearifan lokal," kata Harry.

Konferensi Nasional Kearifan Lokal 2017 diikuti 400 orang dari 34 provinsi, 340 unsur masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, lembaga keagamaan (NU, Muhammadiyah, PGI, KWI, Walubi, PKBI, Matakin), kepolisian, TNI, BIN Daerah, serta Dinas Sosial provinsi/kota/kabupaten. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya