Berita

Korea Utara/Net

Dunia

Bagi Korut, Nuklir Adalah Pedang Berharga Untuk Menjaga Perdamaian

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 15:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat menyebut uj icoba rodal antar benua Korea Utara, Hwasong-14 terbaru merupakan bentuk bagi keamanan dan perdamaian internasional.

Dengan dalih tersebut, Amerika Serikat membingkai "resolusi sanksi" 2371 di Dewan Keamanan PBB yang diarahkan untuk sepenuhnya menghalangi pembangunan ekonomi Korea Utara.

Padahal, bagi pemerintah Korea Utara seperti keterangan yang diterima redaksi pekan ini, kekuatan nuklir strategis Korea Utara adalah perlindungan terbaik demi menghalangi perang nuklir imperialis Amerika Serikat di Semenanjung Korea.


Semenanjung Korea secara historis merupakan sarang terbesar di dunia di mana kepentingan strategis kekuatan besar saling bertabrakan untuk kepentingan posisi geopolitik.

Amerika Serikat sendiri secara terbuka telah memberlakukan ancaman militer dan pemerasan terhadap Korea Utara dengan menggunakan tongkat nuklir untuk kepentingan strategisnya.

Menurut keputusan strategis Partai Buruh Korea yang tegas untuk mengatasi "nuklir dengan nuklir", Korea Utara telah dilengkapi dengan pencegahan nuklir yang andal untuk membela diri dan menjadi tenaga nuklir dunia meskipun mengalami kesulitan dan cobaan berat.

Korea Utara juga mengklaim menghancurkan skema provokasi Amerika Serikat untuk melancarkan perang nuklir dengan pencegah nuklir yang kuat.

"Semakin kuat kemampuan pemogokan nuklir, semakin kuat penangkalan nuklirnya," begitu bunyi keterangan tersebut.

"Kekuatan nuklir strategis dari Korea Utara adalah pedang yang berharga untuk menjaga perdamaian," sambung keterangn tersebut seperti yang diterima redaksi. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya