Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

HNW: Kaum Perempuan Juga Terlibat Aktif Di BPUPKI

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 10:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan Indonesia dimerdekakan tidak hanya oleh kaum pria. Kaum perempuan juga turut aktif dalam perjuangan bangsa. HNW menyebut pahlawan dari kaum perempuan seperti Cut Nyak Dien, Laksamana Hayati dan lainnya.

Demikian diungkapkan politisi senior PKS itu saat memberikan meteri Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada anggota PKK dan Majelis Taklim Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu kemarin (29/11).

Posisi kaum perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dalam perjuangan fisik. Dalam perjuangan pemikiran dan dasar serta konstitusi negara pun ada juga keterlibatan aktif dari kaum perempuan.


"Dari sini seharusnya juga ada istilah founding mothers. Bangsa ini tidak hanya digagas oleh founding fathers," ujar HNW.

Dua perempuan itu disebutnya yakni, Maria Ulfah dan Siti Sukaptinah Soenarjo Mangoenpoespito. Maria Ulfah adalah perempuan pertama dari Indonesia yang mampu meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Leiden, Belanda. Dia selain pejuang kaum perempuan juga seorang pendidik yang mengajar di Perguruan Rakyat dan Muhammadiyah.

Sedang Siti Sukaptinah adalah guru di Taman Siswa dan aktivis di Jong Islamieten Bond Dames Afdeling (JIBDA). Banyak organisasi digeluti oleh Siti seperti Wanita Putera, Fujinkai, dan terlibat dalam Kongres Perempuan I sampai IV.

HNW mengatakan dua perempuan tersebut terlibat langsung dalam penyusunan dasar dan konstitusi negara. Dua perempuan itu bagian dari 60 anggota BPUPKI, badan yang mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

"Dua perempaun tersebut terlibat langsung dalam perdebatan dasar dan konstitusi negara," pungkasnya. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya