Berita

Khofifah Indar Parawansa/Net

Nusantara

Tangan Khofifah Dingin

Dipanggil ke Istana
KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 09:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mensos Khofifah Indar Parawansa sudah mantap melangkah maju menjadi cagub Jatim. Dukungan partai sudah cukup. Surat pemberitahuan kepada Presiden Jokowi sudah dikirim. Kemarin, Ketum Muslimat NU ini menghadap Jokowi di Istana dalam keadaan tangan yang dingin.

Pemanggilan Khofifah ini terkesan mendadak. Soalnya, Khofifah awalnya dijadwalkan menggelar keterangan pers bertema "Penelitian Kekerasan Seksual Terhadap Anak" di Gedung Utama Kemensos, pada pukul 1 siang. Namun, menjelang jam 1 siang acara diundur hari ini.

Khofifah tiba di kompleks Istana sekitar pukul 2 siang, mengenakan balutan kemeja merah dengan kerudung warna senada. Ada keperluan apa bertemu Presiden? Ditanya begitu, Khofifah belum mau menjelaskan.


Dia bilang akan memberikan keterangan setelah selesai pertemuan. Sebelum masuk ke Istana Kepresidenan, Khofifah sempat menyalami satu dua wartawan. "Kok tangannya dingin Bu?" tanya seorang wartawan. "Iya, saya kurang tidur," jawab Khofifah sambil bergegas.

Pagi harinya, Jokowi memang mengaku sudah menerima dan membaca surat Khofifah terkait dengan dukungan dari beberapa parpol untuk maju di Pilgub Jatim 2018. Jokowi mengatakan harus bertemu dengan Khofifah lebih dulu untuk membahas masalah ini. "Mungkin kalau enggak hari ini atau besok saya minta untuk ketemu," kata Jokowi, di acara peringatan HUT KORPRI di Silang Monas.

Mengenai apa yang akan dibahas dalam pertemuan itu, Jokowi mengatakan akan menjelaskan setelah pertemuan. Ketika ditanya apakah Khofifah harus mundur dari Mensos, Presiden juga mengatakan belum bisa menyampaikan karena belum ketemu. "Ketemu dulu, suratnya ada, ketemu, berbicara baru saya memutuskan, baru bisa ngomong," katanya.

Sekitar pukul 4 sore, Khofifah muncul dari balik gerbang dengan langkah bergegas. Jadi apa saja yang dibicarakan? Khofifah bilang pertemuan tidak membahas soal Pilgub Jatim. Tapi hanya membahas soal Tim Penilaian Akhir (TPA) menteri. "Tidak ada yang lain," ujar Khofifah.

Kata Khofifah, selain dirinya, Jokowi juga memanggil beberapa menteri seperti para menko, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. "Pokoknya pembahasannya soal TPA semua," ungkapnya. Soal kapan ada pertemuan membahas Pilgub, Khofifah mengaku belum tahu. "Mohon maaf belum ada update," tuntasnya.

Sebelumnya, Wapres JK menyarankan kepada Khofifah untuk melepaskan jabatan sebagai mensos agar dapat fokus mengikuti Pilgub Jatim. "Ini demi Ibu Khofifah sendiri juga, supaya intensif waktunya kan sisa 8 bulan ya, 7 bulan, Pilkada kalau tidak intensif 7 bulan bisa sulit," kata JK.

Selain itu, lanjut JK, tugas menteri sosial sangat berat karena mengurusi urusan kemanusiaan dan posisinya strategis di pemerintahan sehingga dibutuhkan konsentrasi dari orang yang menjabatnya. "Kalau sibuk kampanye bagaimana caranya?" ujarnya.

JK menyampaikan komunikasi terakhir antara Jokowi dan Khofifah dilakukan saat Khofifah masih belum 100 persen yakin akan maju Pilkada. Tapi saat ini, kepastian maju sudah seratus persen setelah mendapat dukungan dari Demokrat dan Golkar. Sehingga langkah-langkah selanjutnya sebaiknya sudah dipersiapkan. Termasuk mempersiapkan pengganti Khofifah.

Sementara, Anggota Komisi II DPR, Achmad Baidowi mengatakan, Khofifah tak perlu mundur dari menteri sosial ketika akan maju di Pilgub Jatim. Soalnya, dalam pasal 7 ayat 2 undang-undang Pilkada, tak ada keharusan seorang menteri harus mundur ketika maju ke Pilkada. Yang wajib mundur adalah anggota DPRD, DPR, DPD, TNI, POLRI, PNS, kades, dan pejabat BUMN, BUMD.

Ia menambahkan, untuk kepala daerah yang menjabat gubernur, bupati, atau wali kota, atau wakilnya mesti mundur dari jabatannya ketika mau maju di daerah lain. Maka untuk Pilgub Jatim, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Bupati Trenggalek Emil Dardak, tidak perlu mundur karena cukup cuti di luar tanggungan negara. "Kami berharap, Pilkada Jatim menjadi ajang kontestasi gagasan dari para calon yang berpengalaman dalam memimpin sebuah institusi. Pilkada Jatim harus sejuk, aman, dan damai," ujar politikus PPP tersebut. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya