Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

HNW: Penjajah Tidak Rela Indonesia Berbentuk NKRI

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 09:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan begitu UUD Tahun 1945 disahkan pada 18 Agustus 1945, bangsa Indonesia resmi berbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, kemerdekaan itu tidak diakui oleh Belanda. Belanda tidak rela melepaskan Indonesia.

"Belanda negeri yang kecil, mereka bisa kaya karena menjajah dan mengambil seluruh kekayaan Indonesia," kata HNW di hadapan warga Jakarta Selatan saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar di Aula Kecamatan Mampang, Jakarta, Rabu (29/11).

Untuk membatalkan kemerdekaan, Belanda sampai melakukan agresi militer sehingga kondisi yang demikian membuat politik dan keamanan Indonesia menjadi berat. Pada saat itu, Belanda juga hanya mengakui Indonesia hanya pada wilayah Jawa dan Madura.


"Di luar itu diakui masih dijajah Belanda," ujar HNW.

Puncak dari konflik Indonesia dan Belanda adalah diselenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMP) di Den Haag, Belanda. Hasil konferensi itu ditandatangani pada 27 Desember 1949. Isi perjanjian tersebut adalah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia tetapi dalam bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) bukan NKRI.

Dengan perjanjian tersebut maka Indonesia adalah satu dari 16 negara serikat. Ada RIS Sumatera Timur, Republik Pasundan, Republik Madura, Republik Dayak Besar, Republik Indonesia Timur, dan RIS itu sendiri.

"Pemimpin kita menerima hasil KMB dan bahkan dibentuk kabinet dengan Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri," ujar HNW.

Sebab RIS dirasa menyimpang dari tujuan Indonesia merdeka maka hal demikian menimbulkan kegelisahan dari Ketua Fraksi Partai Masyumi, Mohammad Natsir.

Natsir ingin Indonesia berbentuk NKRI seperti tertuang adalam UUD Tahun 1945. Untuk itu dirinya menyatakan Mosi Integral pada 3 April 1950. Sebagai anak bangsa, Natsir adalah tokoh yang mencintai Indonesia. Mosi itu dinyatakan agar Indonesia terlepas dari perpecahan.

Untuk memperjuangkan mosinya itu, ia melakukan lobi kepada partai politik di parlemen agar Indonesia kembali ke bentuk NKRI.

Keinginan Natsir itu diterima oleh semua pemimpin sehingga Mosi Integral diterima dengan ditandai dibubarkannya RIS pada 17 Agustus 1950.

"Selepas itu, Indonesia kembali ke NKRI," pungkas HNW. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Penumpang Kereta Bandara Tembus 6,2 Juta Pelanggan Hingga Mei 2026

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:20

Fantastis! Harta Menteri dari PAN Trenggono Melejit Setengah Triliun dalam Setahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15

Prabowo Dorong WNI Masuk Pasar Kerja Teknologi Jerman

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:11

Warna-warni Kendaraan Hias Meriahkan Perayaan 1 Muharam

Selasa, 16 Juni 2026 | 14:10

Oktasari: Kritik Boleh, Tapi Jangan Abaikan Kerja Pemerintah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:46

Prabowo Sampaikan Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Belum Lapor LHKPN 2025, Mendes Yandri Punya Harta Rp20,95 Miliar Saat Awal Menjabat

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:20

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:12

Kekayaan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Naik 83 Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:52

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

Selasa, 16 Juni 2026 | 12:44

Selengkapnya