Berita

Ilustrasi/Net

Global

Robot Akan Ambil Alih 800 Juta Pekerjaan Global Di Tahun 2030

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 08:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sekitar 800 juta pekerja global diprediksi akan kehilangan pekerjaan mereka pada tahun 2030 mendatang. Hal tersebut dikarenakan pekerjaan akan digantikan oleh tenaga robot dan bukan lagi tenaga manusia.

Data itu terungkap dalam sebuah studi terhadap 46 negara dan 800 pekerjaan yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute. Dalam studi tersebut ditemukan bahwa seperlima angkatan kerja global akan terpengaruh dengan semakin berkembangnya teknologi robot.

Dikatakan bahwa sepertiga dari angkatan kerja di negara-negara kaya seperti Jerman dan Amerika Serikat mungkin perlu melatih diri untuk bisa melakukan pekerjaan lain.


Di negara maju, kebutuhan akan pendidikan universitas akan tumbuh, karena pekerjaan yang membutuhkan pendidikan lebih sedikit menyusut. Di Amerika Serikat saja, 39 sampai 73 juta pekerjaan dapat dieliminasi pada 2030, namun sekitar 20 juta dari pekerja yang mengungsi tersebut dapat dengan mudah berpindah ke industri lain. Sedangkan di Inggris, 20 persen pekerjaan saat ini akan digantikan dengan otomatis selama periode yang sama.

Sementara itu, negara-negara miskin yang memiliki lebih sedikit uang untuk berinvestasi dalam otomasi tidak akan terpengaruh banyak.

Masih dalam laporan yang sama disebutkan bahwa India hanya akan memiliki sekitar 9 persen pekerjaan yang digantikan oleh teknologi baru. Penulis melihat tugas yang dilakukan oleh pialang hipotek, paralegal, akuntan, dan beberapa staf kantor belakang yang sangat rentan terhadap otomasi.

Sementara itu, pekerjaan yang membutuhkan interaksi manusia seperti dokter, pengacara, guru dan bartender dipandang oleh McKinsey kurang rentan terhadap otomasi.

Pekerjaan dengan upah rendah khusus, seperti berkebun, pekerjaan pipa ledeng dan perawatan, juga akan kurang terpengaruh oleh otomasi.

Operator mesin dan pekerja pangan akan terkena dampak paling parah.

Para penulis dalam penelitian itu, seperti dimuat BBC percaya bahwa dunia akan melihat transisi pada skala awal 1900-an ketika sebagian besar industri global beralih dari pertanian ke pekerjaan pabrik. Namun mereka mengingatkan bahwa teknologi baru akan menghasilkan jenis pekerjaan baru, serupa dengan pengenalan komputer pribadi di tahun 1980an yang menyebabkan dukungan teknologi bekerja, dan bisnis online. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya