Berita

Slobodan Praljak/Net

Global

Eks Jenderal Kroasia Tewas Setelah Tenggak Racun Di Tengah Sidang

KAMIS, 30 NOVEMBER 2017 | 06:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aksi dramatis terjadi di tengah sidang Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag kemarin (Rabu, 29/11).

Seorang eks Jenderal Tentara Kroasia bernama Slobodan Praljak berusia 72 tahun nekad meminum racun di tengah sidang dengar pendapat dengan disaksikan banyak peserta sidang.

Praljak nekad meneggak racun yang dibawanya dalam gelas atau botol berukuran kecil saat mendengar bahwa ia layak mendapat hukuman 20 tahun penjara karena ia adalah penjahat Perang Bosnia. Namun sang mantan Komandan Pasukan itu berdiri dan lantang menyebutkan bahwa ia bukanlah seorang kriminal.


Ia lalu mengangkat tangannya ke mulutnya, memiringkan kepalanya ke belakang dan tampak menelan segelas cairan.

"Saya telah meminum racun," katanya.

Hakim ketua Carmel Agius segera menghentikan persidangan dan sebuah ambulans dipanggil.

"Baiklah," kata hakim itu. "Kita tangguhkan ... Kita tangguhkan... Tolong, jangan lepaskan kaca yang dia gunakan saat dia minum sesuatu," tambahnya seperti dimuat BBC.

Ambulans segera datang ke lokasi dan sebuah helikooter segera berjaga di atas gedung.

Beberapa petugas penyelamat darurat juga bergegas masuk ke bangunan dan membawa peralatan di ransel.

Dalam sebuah pernyataan, ICTY mengatakan Praljak segera dibantu oleh staf medis ICTY. Praljak dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menerima bantuan medis lebih lanjut, namun nyawanya tak terselamatkan.

Investigasi segera diluncurkan dan ruang sidang tersebut kini menjadi TKP. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya