Berita

Hun Sen/Net

Global

Cari Bantuan Dan Investasi, PM Kamboja Bertolak Ke China

RABU, 29 NOVEMBER 2017 | 14:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen akan mencari lebih banyak bantuan dan investasi dari China dalam sebuah kunjungan minggu ini.

Salah satu staff Hun Sen, Sry Thamrong, mengatakan bahwa Perdana Menteri akan menghadiri pertemuan puncak khusus pada 30 November-3 Desember, yang akan diselenggarakan oleh Partai Komunis China (PKC) dengan partai politik serta Presiden China Xi Jinping.

Hun Sen juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan investor China untuk berbicara mengenai bantuan dan investasi dengan tujuan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Kamboja.


"Terutama, kita membutuhkan lebih banyak jembatan di Sungai Mekong, kita juga membutuhkan lebih banyak jalan, kereta api, sky train, ini adalah hal yang kita butuhkan di masa depan," kata Sry Thamrong kepada wartawan di Bandara Internasional Phnom Penh sebelum keberangkatan seperti dimuat Reuters.

China sudah menjadi donor terbesar dan dukungannya telah memperkuat Hun Sen dalam menghadapi kritik atas apa yang lawan-lawannya katakan pada penghancuran demokrasi.

Amerika Serikat telah menghentikan pendanaan pemilihan menjelang pemilihan umum tahun depan dan mengancam langkah-langkah konkret lebih lanjut. Sedangkan Uni Eropa telah meningkatkan potensi ancaman terhadap akses bebas Kamboja.

China telah mendukung tindakan keras Kamboja, yang tidak mengkritik pemerintah, yang merupakan salah satu sekutu penting Beijing di Asia Tenggara setelah berkuasa selama lebih dari tiga dekade. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya