Berita

Emmanuel Macron Di Burkina Faso/Net

Global

Emmanuel Macron Hendak Tinggalkan Masa Lalu Kolonial Perancis Di Afrika

RABU, 29 NOVEMBER 2017 | 13:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan pentingnya Perancis dan negara-negara Afrika untuk menempatkan pembangunan ekonomi, budaya dan pendidikan pada tingkat kepentingan yang sama dengan tantangan terorisme dan migrasi yang mendominasi hubungan pendahulunya dengan benua tersebut.

Dalam pidato yang disampaikannya di hadapan kerumunan siswa di Universitas Ouagadougou di Burkina Faso, presiden berusia 39 tahun itu mengemukakan kebijakannya terhadap Afrika.

Ia menegaskan bahwa masa lalu kolonial Prancis seharusnya tidak lagi mewarnai hubungan mengingat bahwa dia tidak pernah mengalami masa kolonialisme.


"Saya berasal dari generasi yang tidak memberi tahu Afrika apa yang harus dilakukan: Saya datang untuk mendengarkan," kata Macron.

"Prancis memiliki hubungan historis dengan Afrika, Afrika terukir dalam sejarah, budaya dan identitas Prancis. Ada kesalahan dan kejahatan, ada saat-saat bahagia, tapi tanggung jawab kita adalah jangan terjebak di masa lalu," sambungnya seperti dimuat Bloomberg.

Macron tidak menyentuh masalah keamanan dan migrasi dalam pidatonya, namun sebagian besar menawarkan kemitraan di bidang pendidikan, energi terbarukan, perusahaan startup, transportasi dan kesehatan. Dia mengatakan bahwa potongan seni Afrika di koleksi Eropa harus dikembalikan ke Afrika, dan meminta kerjasama yang lebih erat antara bioskop Prancis dan Afrika.

Dia berjanji bahwa bantuan pembangunan Prancis akan mencapai 0,55 persen dari output ekonomi pada akhir masa jabatan lima tahun pertamanya, naik dari sekitar 0,4 dari yang ada sekarang. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya