Berita

Foto/Net

Nusantara

Buruh Ngeluh Upah Padat Karya Lebih Kecil Dari UMP

RABU, 29 NOVEMBER 2017 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Dalam kegiatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan pada 2017 ini, kalan­gan buruh perempuan menun­tut penghapusan upah padat karya. Mereka menganggap kebijakan upah padat karya merupakan bentuk kekerasan sistemis pada perempuan.

Ketua bidang perempuan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Dian Septi menu­turkan, kebijakan upah padat karya di empat kabupaten/kota di Jawa Barat memungkinkan pengusaha membayar upah buruh hingga Rp 600 ribu lebih murah dari upah minimum (UMP).

Berdasarkan Permenperin 51/2013, pemerintah menetapkan upah padat karya dipe­runtukan bagi industri ma­kanan, minuman, tembakau, tekstil, pakaian jadi, kulit, alas kaki, mainan anak, dan furnitur dengan buruh lebih 200 orang dan komponen upah lebih 15 persen.


"Buruh menolak upah padat karya karena menganggapnya sebagai bentuk dukungan nega­ra untuk pemiskinan sistematis, apalagi mayoritas buruh di sektor padat karya merupakan perempuan," ujarnya.

KPBI menganggap penetapan upah padat karya bertentangan dengan UUKetenagakerjaan yang sudah menegaskan sanksi hingga 4 tahun dan denda hingga Rp400 juta bagi pengusaha yang membayar buruh di bawah upah minimum. Faktanya, upah murah bisa diterapkan lintas sektor dan provinsi den­gan alasan yang mengada-ada untuk kepentingan pemilik modal.

Perwakilan Pokja Buruh Perempuan Federasi Sektor Umum Indonesia (FSUI), Ajeng Pangesti Anggriani menyebutkan, Jakarta sangat berpeluang menjadi sasaran berikutnya. "Kalau kebijakan upah padat karya berhasil di Jawa Barat, saya yakin akan diterapkan di Jakarta. Buruh akan ditakut-takuti dengan banyaknya pabrik yang pindah ke daerah," sebutnya.

Dia mengungkapkan, kalan­gan pengusaha saat ini terus meneror buruh-buruh perem­puan di sektor padat karya di Jakarta. "Sampai-sampai tidak ada istirahat makan demi mengejar target. Ini menjadi kesempatan pengusaha men­erapkan upah padat karya," kata Ajeng.

Selain itu, wilayah-wilayah lain tempat sasaran relokasi pabrik seperti Jawa Tengah juga berpeluang menerapkan kebijakan upah padat karya jika tidak segera dibendung. "Pemimpin daerah seakan-akan sedang bersaing daerah­nya punya upah buruh lebih murah," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah mengata­kan, Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan setiap tahunnya diperingati mulai 25 November sampai 10 Desember. "Untuk tahun 2017, Komnas Perempuan memfokuskan pada penting­nya mendorong negara untuk memperhatikan perlindungan korban melalui pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual," katanya.   *** 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya