Paus Fransiskus/Net
Paus Fransiskus/Net
"Masa depan Myanmar harus damai, damai berdasarkan penghormatan terhadap martabat dan hak setiap anggota masyarakat, menghormati setiap kelompok etnis dan identitasnya, menghormati peraturan undang-undang, dan menghormati tatanan demokrasi. yang memungkinkan setiap individu dan setiap kelompok, tidak ada yang dikecualikan, untuk menawarkan kontribusi yang sah untuk kebaikan bersama," kata Paus Fransiskus dalam pidatonya seperti dimuat BBC.
Ia menambahkan bahwa harta karun Myanmar terbesar adalah rakyatnya sendiri. Paus menyebut, masyarakat lah yang menderita akibat konflik sipil dan permusuhan yang berlangsung lama dan menciptakan perpecahan yang dalam.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Senin, 06 April 2026 | 05:31
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
UPDATE
Selasa, 07 April 2026 | 04:15
Selasa, 07 April 2026 | 04:04
Selasa, 07 April 2026 | 03:38
Selasa, 07 April 2026 | 03:15
Selasa, 07 April 2026 | 03:00
Selasa, 07 April 2026 | 02:25
Selasa, 07 April 2026 | 02:11
Selasa, 07 April 2026 | 02:07
Selasa, 07 April 2026 | 01:36
Selasa, 07 April 2026 | 01:12