Berita

Foto: Dok/Kemnaker

Pekerja Migran Berkontribusi Terhadap Perekonomian Negara

SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 22:50 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Remitansi atau transfer uang yang dikirimkan pekerja migran Indonesia memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian negara. Pemasukan pekerja migran ini menempati urutan enam sebagai penyumbang devisa.

Urutannya sektor Kelapa Sawit, Pariwisata, Tekstil, Migas, Batubara, dan kemudian TKI.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri usai menghadiri Seminar Pekerja Global Indonesia 'Antara Peluang dan Resiko' di Jakarta, Selasa (28/11).


"Tahun 2016, dari sekitar 9 (Sembilan)  juta warga Indonesia yang tercatat bekerja di luar negeri telah mengirimkan remitansi lebih dari Rp118 triliun atau sekitar 8,9 miliar dolar AS. Jumlah yang sangat besar," kata Menaker.

Untuk itu, kata dia, migrasi pekerja akan memberikan manfaat secara ekonomi yang langung dirasakan, baik keluarga maupun negara.

Kata Menaker, banyak faktor yang melatarbelakangi migrasi, salah satunya adalah faktor ekonomi. Memang kadang juga ada faktor budaya, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki  kebiasaan merantau sebagai bagian dari budaya.

"Jadi tidak heran jika banyak masyarakat NTT yang menjadi TKI,” kata Hanif.

Kedepannya, kata Menaker, kita harus merubah cara pandang yang lebih komprehensif mengenai pekerja migran ini. Sisi resiko lanjut Menaker harus menjadi peluang.

"Resiko pasti ada, akan tetapi pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan perlindungan TKI di luar negeri,” jelas Hanif.

Sementara itu, Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves mengatakan, meskipun migrasi tenaga kerja mencerminkan terbatasnya kesempatan kerja domestik, namun migrasi juga memberikan dampak yang signifikan, baik bagi pekerja migran maupun perekonomian Indonesia.

“Pekerja migran Indonesia dapat memeperoleh penghasilan sampai enam kali upah mereka di dalam negeri, dan bagi 70 persen pekerja migran, bekerja di luar negeri merupakan pengalaman positif yang membantu mereka meningkatkan kesejahteraan,” ujar Rodrigo.

Selain itu, lanjut Rodrigo, migrasi juga memberikan peluang kepada pekerja migran untuk memperoleh ketrampilan dan pengalaman kerja, dan bagi hampir 80 persen pekerja migran wanita, migrasi merupakan pintu masuk ke pasar kerja. [wid]

 

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

PJJ dan WFH Didorong Jadi Standar Baru di Jakarta

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02

Prajurit di Perbatasan Wajib Junjung Profesionalisme dan Disiplin

Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00

Airlangga Bidik Investasi Nvidia hingga Amazon

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42

Indonesia Jadi Magnet Event Internasional

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26

Macron Cemas, Prabowo Tawarkan Jalan Tengah

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23

Rismon Sianipar Putus Asa Hadapi Kasus Ijazah Jokowi

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11

Polda Metro Terima Lima LP terkait Materi Mens Rea Pandji

Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09

Prabowo Jawab Telak Opini Sesat Lewat Pencabutan Izin 28 Perusahaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26

Polisi Bongkar 'Pabrik' Tembakau Sintetis di Kebon Jeruk

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16

Pesan Prabowo di WEF Davos: Ekonomi Pro Rakyat Harus Dorong Produktivitas

Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04

Selengkapnya