Berita

Foto/Net

Politik

Zulkifli Hasan Memiliki Kepedulian Yang Besar Terhadap Lingkungan

SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 16:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Akar budaya yang beragam mesti dijadikan modal untuk membangun bangsa ke arah lebih baik. Bagaimana budaya dijadikan pijakan dalam melangkah sehingga bangsa memiliki jati diri yang kuat.

Perhimpunan Benteng Budaya Nusantara (PBBN) mencoba mengingatkan masyarakat akan pentingnya menghargai budaya bangsa yang sangat beragam. Jika dihargai akan tumbuh menjadi kekuatan untuk kemajuan bangsa.

Hal itu mengemuka dalam diskusi santai yang berlangsung di ruang kerja Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (28/11). Zulkifli menerima tamu dari PBBN. Hadir juga dalam kesempatan itu Ketua DPW Barisan Muda Penegakan Amanat Nasional (BM PAN) Jawa Barat, Deni Ramdani Sagara.


Audensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PBBN, Ratu Ike Kartiwa dan pengurus serta anggota PBBN lainya diantaranya, Dedi Setiadi, Corrie Kastubi, Ratu Okky Jusuf J, dan Nana Dirza.

Pada kesempatan itu, PBBN mengajak Zulkifli untuk membangun bangsa dengan berpijak pada akar budaya yang ada di nusantara.

"Kami memandang sosok ketua MPR sebagai sosok yang sangat santun dan sangat menghargai budaya nasional. Kami menaruh harapan besar beliau bisa membangun bangsa ke depan lebih baik lagi karena berpijak pada akar budaya," kata Ratu Ike.

Jelas dia, selain mengajak ketua MPR yang juga sebagai ketua umum PAN menghargai dan mencintai budaya, PBBN juga mengajak untuk memperhatikan lingkungan hidup dalam membangun bangsa.

Sehingga Indonesia bisa mengalami kemajuan yang sangat pesat jika berpijak pada akar budaya dan lingkungan hidup. Potensi alam yang subur makmur bisa menopang ekonomi masyarakat tanpa harus merusaknya, apalagi sampai menghancurkan akar budaya dan lingkungan yang ada.

Ratu Ike menambahkan pihaknya menilai, Zulkifli yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan memiliki kepedulian yang besar terhadap lingkungan, mencintai nilai-nilai budaya bangsa dan menjadi pemersatu bangsa, sangat layak untuk menjadi pemimpin masa depan. Mengingat bangsa ini butuh sosok yang bisa membangun bangsa Indonesia lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera.

Ketua DPW BM PAN Jabar, Deni Ramdani Sagara mengatakan, pertemuan yang berlangsung hangat antara pegiat budaya dan lingkungan dengan ketua MPR memberi banyak pencerahan bagaimana semestinya memperlakukan alam Indonesia yang kaya dari sisi budaya dan subur dari sisi lingkungan hidup.

"Jati diri bangsa itu akan muncul ketika kita menghargai dan memegang teguh akar budaya bangsa yang sangat beragam ini. Dan ini yang bisa menjadi solusi untuk mengimbangi pesatnya kemajuan jaman," katanya.

Deni juga menyebutkan bangsa ini akan tumbuh menjadi besar ketika alam yang subur dikelola dengan baik tanpa mengubah apalagi merusak ekosistem alamnya. Pembangunan yang dilakukan harus selaras dengan lingkungan yang ada. Tidak harus mengubahnya tetapi berisnergi sehingga muncul keseimbangan.

Pertemuan antara masyarakat peduli budaya dan lingkungan di PBBN dengan ketua MPR difasilitasi oleh Ketua DPW BM PAN Jabar, Deni Ramdani Sagara. Hal itu penting dilakukan agar ide dan gagasan dari masyarakat peduli budaya dan lingkungan bisa sampai ke ketua MPR. Agar kebijakan yang dibuat pemerintah bisa berbasis budaya dan lingkungan.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyambut baik apa yang disampaikan oleh PBBN mengenai pembangun berbasis budaya dan juga lingkungan tersebut. Pihaknya mengaku sejauh ini sudah sangat konsen dengan lingkungan, dan terus berusaha bagaimana lingkungan hidup yang ada di Indonesia bisa tetap lestari.

"Namun pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan tidak merusak lingkungan," demikian Zulkifli. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya