Berita

Hamas/Net

Global

Hamas Pastikan Perlucutan Senjata Tidak Ada Di Meja Dialog

SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 14:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Faksi Hamas dari Palestina membantah adanya pelucutan senjata militer Hamas, Brigade Qassam dalam kondisi untuk perundingan rekonsiliasi Palestina yang sedang berlangsung.

Osama al-Qawasmi, juru bicara Fatah, mengatakan kepada Al Jazeera awal pekan ini bahwa senjata perlawanan adalah garis merah mereka.

"Fatah ingin berdiskusi dengan Hamas mengenai masalah keamanan," sebutnya.


"Pemerintah Palestina tidak akan bisa mengoperasikan dan melaksanakan proyek dan rencana keamanannya di Jalur Gaza jika tidak memiliki senjata keamanan," tambahnya.

Pernyataan Qawasmi tersebut menyusul sebuah konferensi pers pada hari Senin oleh seorang pejabat senior Hamas, Khalil al-Hayya, di Jalur Gaza, yang menguraikan hasil perundingan rekonsiliasi yang diadakan di Kairo beberapa hari yang lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 13 faksi politik Palestina, yang dipimpin oleh Fatah dan Hamas.

Qawasmi mengatakan bahwa pelaksanaan perjanjian rekonsiliasi yang ditandatangani pada 12 Oktober di Kairo berjalan lambat. Ia juga menambahkan bahwa Fatah sejak awal telah mempertahankan bahwa jalan untuk mengakhiri pembagian, yang berlangsung selama 11 tahun, tidak diaspal dengan bunga.

Hayya mengatakan bahwa subjek "senjata perlawanan" tidak siap untuk didiskusikan, dan bahwa mengakhiri blokade yang telah berlangsung lama, Jalur Gaza oleh Israel dan Mesir tetap menjadi prioritas.

"Hamas akan mendorong pemerintah Palestina untuk mencabut sanksi di Jalur Gaza," kata Hayya.

Ia juga meminta Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk menghadiri perundingan rekonsiliasi dan untuk menetapkan tanggal pemilihan umum, yang dipersiapkan Hamas kapanpun. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya