Berita

Paus Fransiskus/Net

Dunia

Mulai Kunjungan, Paus Fransiskus Temui Panglima Militer Myanmar

SELASA, 28 NOVEMBER 2017 | 08:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Paus Fransiskus mengawali kunjungannya ke Myanmar dengan menemui Panglima Militer negara tersebut awal pekan ini.

Paus bertemu dengan pemimpin militer Jenderal Min Aung Hlaing beberapa jam setelah tiba di Myanmar.

Dimuat BBC, Jenderal Hlaing mengatakan bahwa dirinya mengatakan kepada Paus bahwa tidak ada diskriminasi agama di Myanmar, yang ada adalah kebebasan beragama.


Tidak ada rincian lebih jauh menemui pertemuan keduanya tersebut.

Pejabat di negara mayoritas penganut agama Budha itu menyoroti seksama kunjungan Paus ke Myanmar.

Paus Fransiskus mendapat banyak desakan dari kelompok HAM untuk mengambil tindakan terhadap warga Rohingya.

Lebih dari 600.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke Bangladesh sejak Agustus ketika serangan mematikan terhadap pos polisi oleh militan Rohingya memicu sebuah tindakan militer di negara bagian Rakhine.

Paus sebelumnya pernah menggunakan istilah "saudara laki-laki dan perempuan Rohingya kami" saat mencela kekerasan tersebut, namun satu-satunya kardinal Katolik dari Myanmar telah meminta Paus untuk tidak menggunakannya dalam perjalanan ke Myanmar, untuk mencegah tersulutnya perasaan lokal
.
Juru bicara Vatikan Greg Burke mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa Paus Francis menerima saran yang diberikan kepadanya untuk menggunakan istilah "Rohingya" dengan serius.

Pejabat Myanmar tidak menggunakan istilah tersebut. Mereka menyebut Rohingya sebagai "orang Bengali", dan mengatakan bahwa mereka bermigrasi secara ilegal dari Bangladesh jadi tidak boleh terdaftar sebagai salah satu kelompok etnis di negara tersebut. Bangladesh menyangkal mereka adalah warganya. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya