Berita

Jokowi dan Setya Novanto/net

Politik

Jokowi Jadi Ketum Golkar, Dua Pihak Sama-sama Untung

SENIN, 27 NOVEMBER 2017 | 17:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menjadikan Joko Widodo sebagai Ketua Umum adalah langkah tepat bagi Partai Golkar untuk mengembalikan citranya pasca penahanan Setya Novanto oleh KPK.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, mengatakan, Golkar sedang membutuhkan sosok yang mampu diterima seluruh elemen internalnya menjelang Pilkada Serentak 2018 maupun Pemilu 2019.

"Jika menjatuhkan pilihan Jokowi merupakan langkah yang tepat," kata Jajat, dalam pernyataan tertulis.


Dia menjelaskan ada keuntungan yang akan didapat oleh Golkar maupun Jokowi jika kader PDI Perjuangan itu mengambil alih kursi Ketua Umum Golkar dari Novanto yang berstatus tahanan KPK.

Sebagai partai pendukung pemerintah, tentu kerjasama antara Golkar dengan Jokowi akan semakin solid. Ini mengingat Golkar sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi agar bisa memerintah dua periode. Sedangkan di sisi lain, Jokowi akan mempunyai kekuatan lebih besar dibandingkan saat ini.

"Dengan menjadi ketua umum partai politik, akan menghilangkan stigma sebagai petugas partai," tutur Jajat.

Menurut Jajat, saat ini Golkar bukan cuma memerlukan kepentingan administrasi untuk mengisi kekosongan kursi ketua umum. Golkar memerlukan figur yang mampu diterima seluruh kader sehingga dapat menghindari perpecahan. Hal itu ada pada diri Jokowi yang sudah mempunyai hubungan emosional cukup kuat dengan dua tokoh Golkar, yaitu Jusuf Kalla dan Luhut Binsar Panjaitan, di dalam pemerintahan.

"Sebagai partai yang sudah banyak makan asam garam, tentunya kejadian ini merupakan masalah baru untuk Golkar. Namun, sekali lagi yang dibutuhkan Golkar saat ini adalah figur yang mampu diterima oleh semua kalangan di internal untuk memperbaiki citra supaya tidak terjun bebas," tutup Jajat. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya