Berita

Ahmad Basarah/Humas MPR RI

Di Malang, Sosialisasi Empat Pilar MPR Lewat Wayang Dipadati Warga

MINGGU, 26 NOVEMBER 2017 | 07:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Sekretariat Jenderal MPR RI menyelenggarakan pagelaran seni budaya wayang kulit di Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (25/11).

Pagelaran ini ditonton oleh ratusan masyarakat yang datang beramai-ramai dari berbagai daerah Malang dan sekitarnya untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki Ardhi Purboantono yang menampilkan lakon “Wahyu Mangkuthoromo”

Pagelaran wayang kulit itu dibuka oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Ahmad Basarah ditandai dengan penyerahan tokoh wayang kepada Ki Ardhi Purboantono. Turut hadir pada pagelaran tersebut Kepala Biro Humas Setjen MPR RI Siti Fauziah; Kepala Bagian Pemberitaan Setjen MPR RI, Muhamad Jaya; Ketua DPRD Kabupaten Malang, Haris Sasongko; Ketua DPRD Kota Malang, Abdul Hakim; dan para Kepala Desa dari Kecamatan Tumpang, Kapolsek serta para Muspika Kecamatan Tumpang.


Ahmad Basarahdalam sambutannya antara lain mengatakan bangsa Indonesia, pasca reformasi mulai meminggirkan Pancasila dengan menghilangkan P4, BP7 hingga mata pelajaran PMP di sekolah-sekolah dihapus karena dituding sebagai alat kekuasaan Orde Baru.  Proses tersebut kini turut diperparah oleh masuknya ideologi fundamentalisme pasar dan agama yang  beroperasi secara agresif di tengah masyarakat kita saat ini.

Basarah melanjutkan, masuknya ideologi asing tersebut membuat bangsa Indonesia mengalami serangan politik adu domba sebagai satu strategi memuluskan ideologi asing untuk masuk. Tujuannya, agar bangsa Indonesia meminggirkan dan mengganti Ideologi Pancasila dengan ideologi lain.

Kampanye propaganda liberalisme dan radikalisme kini memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dengan sasaran para generasi muda. Bahkan, kata dia, lingkungan masyarakat  luas menjadi target bagi bersemainya bibit-bibit paham radikalisme, komunisme, individualisme dan liberalisme seperti fenomena deklarasi khilafah, LGBT, gaya hidup bebas, penyebaran kebencian, narkoba dan lain-lain, tuturnya.

"Untuk itulah, MPR menyosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar MPR ke seluruh penjuru Indonesia melalui seni budaya dengan tujuan agar bangsa Indonesia memiliki daya tahan ideologis menghadapi masuknya ideologi-ideologi asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia," sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Seni budaya asli Indonesia, menurut dia, sudah seharusnya menjadi solusi dalam menjawab tantangan zaman. Masyarakat seni budaya harus berada di garda terdepan  mengawal, mengamankan dan menyebarluaskan ideologi Pancasila ke seluruh rakyat Indonesia.  

"Berada di depan, mencegah paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila agar tidak masuk ke lingkungan masyarakat. Sehingga, generasi muda bangsa ini adalah generasi-generasi yang nasionalis, patriotik dan berjiwa Pancasila," pungkas Basarah.

Sebelumnya, Siti Fauziah selaku panitia pelaksana dalam laporannya menyampaikan, sosialisasi melalui seni budaya merupakan salah satu dari berbagai metode yang sudah dilaksanakan Sekretariat MPR RI. Sosialisasi Empat Pilar sudah dilakukan dengan berbagai metode, seperti ToT, FGD, LCC, outbound, seminar, dan diskusi.

"Tidak hanya wayang, budaya nusantara sangat variatif. Saat MPR melakukan sosialisasi melalui metode ini akan disesuaikan dengan budaya masing-masing daerah," jelasnya.
 
Hari Sasongkomengharapkan sosialisasi Empat Pilar MPR RI harus terus digelorakan untuk mempertahankan NKRI. Pesan-pesannya rapat tersampaikan ke masyarakat melalui pagelaran seni budaya. "Selain itu, melalui metode sosialisasi ini kita bisa menjaga kebhinnekaan sehingga tidak hanya sebagai tontonan tapi juga dapat dituangkan pada kehidupan sehari-hari," ujarnya.[wid/***]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya