Berita

Foto/RMOL

Nusantara

MRT Terkendala Belum Adanya Tata Ruang Bawah Tanah

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 | 19:15 WIB | LAPORAN:

. Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna mengatakan pembangunan mass rapid transit (MRT) oleh Pemprov DKI Jakarta akan menimbulkan banyak masalah. Salah satunya yakni belum adanya aturan terkait tata ruang di bawah tanah.

"Yang menjadi PR kita adalah tata ruang bawah tanah kita yang belum diatur," katanya dalam seminar arsitektur bertajuk 'Mengubah Wajah Arsitektur Kota dengan Transportasi' di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Sabtu (25/11).

Aturan mengenai tata ruang bawah tanah menurut dia sangatlah penting. Pasalnya nanti, setelah stasiun MRT bawah tanah jadi, tentunya akan ada juga pusat perbelanjaan, atau tempat bisnis juga ikut dibangun. Paling tidak bisnis makanan.


Hal itu menurutnya perlu diatur dalam aturan yang seksama.

"Ini kawasan strategis, bagaimana dengan status pengelolaan dan tata ruang dibawah ini? Milik, HPN, pinjam pakai dan sebagainya," imbuhnya.

Nah untuk menjawab itu, menurut dia Pemprov DKI dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus mengeluarkan peraturan.

"Apakah diatur di Pergub ataukah perlu nanti dibuat di Perda," pungkas Yayat. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya