Berita

Foto: Net

Hukum

Rilis Sketsa Wajah Penyerang Novel Malah Membuktikan Banyak Kejanggalan

SABTU, 25 NOVEMBER 2017 | 08:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kemarin, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Idham Azis, bersama Ketua KPK, Agus Rahardjo, mempublikasikan dua sketsa wajah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Namun, bagi Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang juga Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sketsa yang kemarin diumumkan Polda Metro Jaya sama sekali tidak menunjukkan perkembangan baru dari penanganan kasus itu.

"Bahkan ini menunjukkan fakta bahwa banyak kejanggalan dari proses penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian dan sekaligus membuktikan pentingnya dibentuk TGPF (tim gabungan pencari fakta)," terang Dahnil dalam keterangan persnya, Sabtu (25/11).


Dahnil menyebut beberapa alasan untuk memperkuat dugaannya. Pertama, sketsa malah membuktikan bahwa kasus ini ditangani dengan sangat lambat karena sketsa itu baru dihasilkan polisi pada 226 hari setelah kejadian perkara (11 April 2017). Padahal, sketsa itu sudah pernah dipublikasikan oleh salah satu koran dan majalah nasional sejak 1 Agustus 2017. Dahnil heran, mengapa wartawan lebih cepat menghasilkan sketsa tersebut dibandingkan kepolisian.

Kemudian, dua sketsa yang diumumkan kemarin berbeda dengan sketsa yang dirilis oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ketika dipanggil Presiden Joko Widodo.

"Apakah yang dimaksud dengan perkembangan baru adalah perbedaan itu? Dan kenapa bisa berbeda, itu justru menjadi pertanyaan besar," sindir Dahnil.

Lalu, salah satu sketsa mengidentifikasikan salah satu terduga yang sempat dipanggil dan diperiksa oleh penyelidik polisi. Namun, terduga dilepas karena dianggap polisi memiliki alibi yang kuat.

Menurut Dahnil, perkembangan positif yang signifikan membuka fakta akan terungkap jika TGPF dibentuk. Sedangkan sejauh ini, kejanggalan-kejanggalan cara kerja polisi tersebut membuat ia khawatir kasus ini akan semakin kabur. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Tak Perlu Takut dengan Ide Kewarganegaraan Ganda Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online dan Offline, Lengkap dengan Langkahnya

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15

Tak Cuma Revisi, DPR Sepakat Regulasi Baru Migas

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14

GBNI Dukung Program Kerakyatan Prabowo

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37

B50 Perkuat Kemandirian Energi, Hemat Devisa, dan Dorong Transformasi Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34

Presiden Perintahkan Penanganan Darurat, Wamensos Terjun ke Lokasi Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28

21 Kantong Parkir Disiapkan Saat Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31

MBG Harus Kembali ke Tujuan Awal Bukan Jadi Ladang Bisnis

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21

Ruas Jalan di Jakarta Direkayasa Saat Perayaan HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12

Besok! Ongkos Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp8

Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30

Selengkapnya