Berita

Jokowi dan Setya Novanto/net

Politik

Bisa Jadi Jokowi Yang Gantikan Setya Novanto

JUMAT, 24 NOVEMBER 2017 | 19:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai Golkar harus sangat cermat dalam memilih pengganti Setya Novanto seandainya Munas Luar Biasa partai benar-benar dilaksanakan.

Analis politik, Pangi Syarwi Chaniago, menyebut kriteria utama dari calon ketua umum tersebut adalah orang yang benar-benar bersih dari segala persepsi buruk publik, terutama dalam isu korupsi.

"Kriteria utamanya tentu yang bersih, karena Golkar hari ini kan hantamannya adalah kasus korupsi oleh ketua umumnya," ujar Pangi dalam diskusi bertajuk "Siapa Pantas Mengisi Kursi Ketua DPR" di Bale Soto, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (34/11).


Dalam catatannya selama ini, Partai Golkar mempunyai kedekatan yang cukup hangat dengan Presiden Joko Widodo. Apalagi, partai berlambang beringin itu sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk Pilpres 2019.

Karena itu, ia tidak menepis peluang Jokowi untuk menggantikan Novanto. Jokowi yang terkenal bersih, di samping catatan langkah politiknya yang selalu menghasilkan kemenangan, bisa menjadi kunci penyelamat Golkar.

"Pak Jokowi itu tidak pernah kalah. Calon Walikota menang, Calon Gubernur menang, dan jadi Calon Presiden pun menang. Bisa jadi kemudian Pak Jokowi saja yang jadi Ketum Golkar karena beliau sudah pasti bersih," jelasnya.

Wacana mendorong Jokowi mengambil alih Golkar menguat belakangan ini karena realitas politik menunjukkan bahwa Jokowi memerlukan peran Golkar sebagai teman politik yang bisa diandalkan untuk memenangkan laga Pilpres 2019. Jokowi tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan PDIP untuk memenangkan Pilpres 2019 yang diprediksi akan berlangsung amat ketat.

"Itu kan tidak mustahil, di politik semua menjadi mungkin," tegas Direktur Voxpol Center itu. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya