Berita

Nusantara

Genjot Potensi Wisata, Gubernur Erzaldi Ajak Warga Jaga Geopark Di Babel

JUMAT, 24 NOVEMBER 2017 | 19:06 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, semakin masif merealisasikan pengembangan potensi pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Dalam Seminar National Geopark "Pengembangan Geopark dan Percepatan Pengembangan Destinasi 10 Prioritas" di Hotel Santika Premiere, Belitung, Jumat (24 /11), Erzaldi kembali menyerukan masyarakat Babel untuk menjaga potensi wisata geologi di Bumi Serumpun Sebalai.

"Geopark merupakan sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi. Masyarakat setempat berperan serta melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya," kata Erzaldi, dikutip dari siaran pers Staff Khusus Bidang Politik Gubernur Bangka Belitung.
 

 
Ia mengatakan, salah satu objek atau aset pariwisata Provinsi Babel yang potensial adalah Batu Garuda. Objek itu menjadi ikon Belitung Geopark dan desa Kampit yang memiliki daya tarik wisata berupa jejak perkembangan ekonomi pada masa dahulu. Objek wisata flora dan fauna juga sangat banyak, salah satunya adalah hutan Pelawan yang ada di Belitung yang ditumbuhi banyak jenis jamur.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Bangka Belitung, Yan Megawandi, mengungkapkan bahwa Geosite di Belitung sangat banyak. Yan mengatakan, potensi wisata tersebut bisa menjadi sumber pemasukan finansial bagi warga.

"Guna meningkatkan perkembangan wisata ke depannya, mari pemerintah bersama masyarakat menjaga dan melestarikan kekayaan Belitung ini," tutur Yan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri ESDM, Ella Ubaidi, meminta pemerintah provinsi untuk membuka akses informasi kepada masyarakat terkait wisata geologi di Bangka Belitung.

Selain itu, masyarakat perlu bersinergi dengan pemerintah untuk mengembangkan industri kreatif tentang wisata geologi.

"Pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama mengelola secara arif aset tersebut, guna meningkatkan perekonomian masyarakat yang mana di dalamnya termasuk pelestarian alam secara berkelanjutan dengan memperhitungkan dampak kerusakan yang terjadi nantinya," ujar Ella. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya