Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Ijtihad GPII Sinergi Dengan Pemerintah Kawal Demokrasi yang Sehat

JUMAT, 24 NOVEMBER 2017 | 18:04 WIB

IJTIHAD secara harafiah adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas dalam Al Quran maupun hadis dengan syarat menggunakan akal sehat dan pertimbangan matang.

Dalam proses perjuangan politik kebangsaan Gerakan Pemuda Islam Indonesia memiliki sejarah panjang. Sejalan dengan situasi dan kondisi politik Indonesia yang dinamis. Pasang surut hubungan antar anak-anak muda Islam ini dengan pemerintah sejak orde lama, orde baru hingga era demokrasi mengajarkan begitu banyak hikmah dan pemahaman yang juga terus berkembang.

Sebagai anak kandung kekuatan politik Islam Indonesia, GPII turut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, ketika itu era perjuangan kebangsaan secara fisik. Sejarah telah mencatat begitu besar kontribusi umat Islam Indonesia termasuk pemuda-pemuda yang tergabung di GPII dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Manifestasi perjuangan GPII disaat revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan Indonesia dapat dilihat diantaranya Perjuangan Melalui Balai Muslimin, ide pembentukan pemuda pelopor lahir dari sini, tujuannya adalah membangun basis didaerah-daerah, bahu membahu bersama rakyat menghadapi penjajah Belanda. Termasuk pembentukan Badab Kongres Pemuda Republik Indonesia (BKPRI) sebagai wadah pemuda dan rakyat Indonesia untuk  berjuang  yang  berdasarkan semangat persatuan.

Namun dalam perjalanan sejarahnya, GPII sering ditanggap dan dituduh tidak sejalan dengan pemerintah bahkan dianggap melawan pemerintah yang syah. Hanya karena perbuatan segelintir oknum yang melakukan kegiatan anti pemerintah.

Dengan belajar dari sejarah, era demokrasi terpimpin, dan rezim otoriter telah berubah, kehidupan politik Indonesia telah mengalami proses demokrasi yang terbuka maka pengurus  GPII kedepan harus dapat mengambil hikmah dan pelajaran penting agar perjuangan organisasi pemuda Islam ini dapat bersinergi dengan semua komponen bangsa dan terutama dengan pemerintah yang syah agar cita-cita proklamasi yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dapat tercapai.
 
Sejalan dengan pesan dan amanah Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahwa Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara harus kita rawat bersama. Karena kini sistem sosial politik yang demokratis telah memberi ruang-ruang publik yang begitu luas untuk menyatakan dan menyampaikan pendapatnya.

Kader-kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) sebagai bagian dari _civil society_ agar mampu menempatkan diri dan berperan maksimal dalam proses merawat Indonesia yang kita perjuangkan bersama. Jika harus tidak setuju dengan kebijakan pemerintah atau mengkritis pemerintah sebagai bagian dari demokrasi, maka selayaknya dapat dilakukan dengan tetap menjunjung nilai-nilai keadaban dan tetap patuh pada koridor undang-undang.

GPII harus mengedapankan gerakan-gerakan politik yang elegan, agar kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dalam suasana yang sejuk, stabilitas keamanan dan ketertiban dapat terjaga, dan proses pembangunan yang sedang dilaksanakan dalam segala bidang oleh pemerintah Jokowi dapat berjalan dengan baik.

GPII kedepan harus juga memiliki peran bukan hanya sebagai kontrol sosial dan perubahan, tetapi juga mampu menjadi bagian anak bangsa yang mampu memberi kontribusi dan solusi berbagai permasalahan kebangsaan dan keumatan.

Itulah Ijtihad kita sebagai generasi muda Islam, sebagai kader Gerakan Pemuda Islam Indonesia, agar cita cita perjuangan GPII mampu memimpin bangsa Indonsia yang lebih baik, lebih aman, tertib, sejahtera dapat kita wujudkan bersama. [***]

Ujang Rizwansyah S.Sos
(Kandidat Ketua Umum GPII Periode 2017-2022)

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya