Berita

Martin Manurung dan Siti Nurbaya/Net

Nusantara

Karhutla Teratasi, Nasdem Optimistis Hubungan RI-Malaysia Kian Erat

JUMAT, 24 NOVEMBER 2017 | 13:51 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

DPP Partai Nasdem berharap dengan teratasinya persoalan asap semakin mempererat hubungan RI dan Malaysia ke depan dalam menghadapi tantangan-tangan global secara besama.

Begitu disampaikan Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Luar Negeri Martin Manurung melalui rilis pers, Jumat (24/11).

Sebelumnya Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd. Najib secara terbuka mengakui kinerja pemerintah RI dalam mengatasi persoalan asap menahun. Pernyataan Najib tersebut terungkap saat kunjungan kerja Presiden Indonesia Joko Widodo di Malaysia.


Najib berterima kasih kepada pemerintah RI karena selama dua tahun terakhir Malaysia sudah tidak lagi terdampak asap kebakaran hutan dan ladang.

Menurut Martin, keberhasilan mengurangi kebakarn hutan dan ladang tak lepas dari kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di bawah kendali Siti Nurbaya. Untuk itulah juga DPP Nasdem memberi apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kerja keras Ibu Menteri dan jajarannya kini telah membuahkan hasil dan bahkan mengharumkan nama bangsa di mata negara-negara tetangga," tambah Martin.

Menurut data BNPB, jumlah hotspot dari pantauan satelit NOAA menurun 32,6 persen selama 2017 dibandingkan 2016. Pada 2016 jumlah titik api sebanyak 3.563, sedangkan selama 2017 ada 2.400 titik.

Sedangkan satelit Terra-Aqua menunjukkan BAHWA kebakaran hutan dan lahan terjadi penurunan 46,9 persen. Selama 2016 terdapat 3.628 hot spot, sedangkan 2017 menurun hingga 1.927 titik untuk tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian LHK, luas kebakaran hutan dan lahan juga berkurang.[wid]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Klaim Bahlil soal Energi Aman Patut Dipertanyakan

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:10

Kabut Perang Selimuti Wall Street, Nasdaq Jatuh Paling Dalam

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:09

Trump Perpanjang Jeda Serangan ke Iran

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:02

Tanpa Perencanaan, Pendatang Baru Berpotensi Jadi Beban

Jumat, 27 Maret 2026 | 08:01

OJK Prediksi Sejumlah Bank Besar akan Naik Kelas ke KBMI IV pada 2026

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:45

Harga Emas Anjlok Tertekan Dolar AS dan Proyeksi Suku Bunga Tinggi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:34

Bursa Eropa Tumbang, Indeks STOXX 600 Dekati Fase Koreksi

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:21

Pertama dalam Sejarah, Tanda Tangan Presiden Donald Trump akan Dicetak di Dolar AS

Jumat, 27 Maret 2026 | 07:07

Ekonomi Indonesia: Makro Sehat, Mikro Sekarat

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35

Bekas Kepala KSOP Belawan Jadi Tersangka Skandal PNBP

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:24

Selengkapnya