Berita

Teguh Santosa bersama Pengurus SMSI Sumbar/SMSI

Nusantara

Pengurus SMSI Sumbar Resmi Dilantik, Teguh Santosa Dorong Media Siber Profesional

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 12:45 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Teguh Santosa resmi melantik kepengurusan SMSI Sumatera Barat yang diketuai Syahrial Azis di hotel Pengeran's Beach, Padang, siang ini (Kamis, 23/11).

Pelantikan pengurus SMSI Sumbar ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sumbar, H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai dan Dar Edi Yoga dari PWI Pusat.

Dalam sambutannya, Teguh menegaskan, SMSI berdiri dari Sabang hingga Merauke untuk membantu anggota-anggotanya menjadikan media siber mereka betul-betul profesional baik dari sisi keredaksian, karya-karya persnya, maupun dari sisi pusat.


"Sehingga pusat media siber itu bisa ikut membantu bangsa ini dengan keragamanan yang tinggi, tidak gampang dipecah belah oleh kabar hoax, bicara kebencian dan seterusnya," terang Teguh.

Teguh menjelaskan, anggota SMSI saat ini sudah mencapai seribu yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia. Sementara itu berdasarkan data Dewan Pers ada 43 ribu media online di Indonesia.

"Dari 43 ribu itu sebagian besar, mohon maaf, itu abal-abal, tanpa mematuhi kode etik jurnalistik," ucap Teguh.

Menurut Teguh, untuk menjadi media profesional dibutuhkan persyaratan yang telah ditetapkan dewan pers. Di antaranya, medianya harus memiliki badan hukum berbentuk PT, penanggungjawab adalah wartawan utama dalam kompetensi wartawan, memiliki tempat atau gedung yang tetap serta persyaratan lainnya.

"Dilihat dari persyaratan memang cukup berat, namun kita akan mengarahkan semua anggota SMSI ke sana. Saat ini sudah banyak anggota SMSI yang sudah memenuhi persyaratan. Bagi yang belum akan kita arahkan ke sana," katanya.

Berkaitan media profesional, Teguh lantas menceritakan pengalamannya mengikuti konferensi tentang Masa Depan Media Digital di Seoul, Korea Selatan, dua pekan lalu. Konferensi ini menghadirkan pembicara dari praktisi pemilik media hingga perusahaan platform seperti Google, Kakao Talk, dan Twitter. Ada tiga hal yang ditangkapnya dari penjelasan para pembicara dalam konferensi.

"Bagaimana media ini berubah dari platform-platform tradisional masuk ke plaftrom baru yang kita sebut siber, cyber, atau internet atau online, sama saja. Nah, ada kegagalan dalam platform-platform baru, itulah yang dibicarakan," papar Teguh.

Hal kedua yang dibicarakan mengenai inovasi yang menjadi kunci sebuah perusahaan media siber berumur panjang atau tidak. "Apakah dia (media siber) bisa menjadi bagian konstruktif bagi masyarakat atau dia malah menjadi bagian menghancurkan masyarakat, itulah inovasi," terangnya.

Poin lain yang dibicarakan adalah trust atau kepercayaan. "Kalau saya sebutkan karya jurnalistik itu informasi yang sudah disahih sedemikian rupa, melibatkan proses begitu banyak, saringan yang begitu banyak, itu karya jurnalistik, dan terpenting berdasarkan fakta. Nah karya jurnalistik mengalami penurunan kepercayaan di seluruh dunia, ini serius. Ini karya jurnalistik apalagi yang bukan karya jurnalistik," tutur Teguh, menekankan.

Sementara itu, Ketua SMSI Sumbar, Syahrial Azis menyatakan tekadnya menciptakan pemberitaan yang profesional sesuai kode etik jurnalistik sehingga tujuan SMSI untuk membangun bangsa ini bisa terwujud.

"Dengan adanya wadah SMSI bagi media siber di Sumbar ini, kita bertekad menciptakan berita yang sesuai dengan kode etik dan bukan berita hoax. Kita melawan hoax," jelasnya.

Wagub Sumbar pun mendukung upaya SMSI untuk menciptakan berita jurnalistik dan melawan hoax. "Saya yakin dengan adanya organisasi media seperti SMSI ini bisa mengatasi berita hoax. Sudah ada wadahnya sehingga tidak mungkin melakukan cyber crime. SMSI tentu melakukan tindakan," katanya.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya