Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Tokoh Agama, Santriwan, Santriwati Jangan Terjebak Politik Praktis

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 10:44 WIB | LAPORAN:

Para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Al Falah yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih pada pilkada 2018 dan pemilu 2019 perlu mendapat pencerahan secara ilmu pengetahuan dan moral mengenai pemilihan kepala daerah, pemilihan anggota legislatif serta pemilihan presiden.

Mereka harus mendapat pemahaman secara benar agar pemilu berjalan damai, demokratis, dan berkualitas.

Hal itu dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Uztd. H. A. Suganda dalam acara Tausiyah bertajuk 'Peranan Ulama, Santri, dan Masyarakat Dalam Mendukung Pilkada Yang Damai dan Berkualitas' di Pondok Pesantren Al Falah, Jalan Cisitu baru, Dago Bandung, Jawa Barat. Selasa malam (21/11).


Ia pun mengimbau para tokoh masyarakat, agama dan santri agar tidak terlibat dalam keberpihakan politik praktis yang berpotensi memecah belah umat. Terlebih lagi ada kecenderungan setiap Pemilu, masyarakat dipengaruhi dan dihujani dengan informasi hoax bahkan di antaranya mengandung unsur SARA yang dapat memecah belah umat.

"Kami mengharapkan agar para tokoh agama, tokoh masyarakat, para santriwan dan santriwati beraktivitas sesuai peranannya di antaranya, membangun ahklaq, membangun nilai-nilai agama yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, menyebarluaskan nilai-nilai Islami yaitu Islam yang rahmatan lil alamin. Sementara urusan politik diserahkan sama mereka yang membidanginya," pintanya.

Lebih lanjut Uztd. Suganda mendoakan di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung tetap aman dalam pelaksanaan Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019. Untuk menunjang hal itu, kata dia, maka tokoh agama, ulama, santri dan masyarakat harus berperan dalam menjaga kedamaian tanpa SARA agar terlaksana Pilkada yang berkualitas. Dengan begitu, terpilih kepala daerah yang legitimit, amanah dan kompeten, sesuai harapan masyarakat.

Bimas Kota Bandung Uztd. Endang Syarifudin menambahkan bahwa para tokoh agama harus lebih yakin, lebih rajin beribadah, dan lebih baik akhlaknya dibandingkan dengan masyarakat lainnya sehingga menjadi tauladan.

"Para tokoh agama, santriwan dan santriwati harus semakin cerdas dalam membaca situasi nasional sehingga mampu menjaga moral, solidaritas diantara umat beragama dalam bangsa yang majemuk. Jika itu terwujud, kerukunan diantara anak bangsa selalu terpelihara," ujarnya

Acara tersebut menghadirkan perwakilan dari DP Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Bandung, Perhimpunan Mahasiswa Kebumen, Santri Pondok Pesantren Al-Falah Dago Bandung, Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya