Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Daop 2 Bandung: Jalur Selatan Mulai Normal Sore Ini

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 09:34 WIB

Penanggulangan longsor yang menimbun jalur KA menuju selatan akan rampung hari ini (Kamis, 23/11). Seluruh perjalanan kereta api (KA) tetap berangkat, namun dengan pola operasi memutar ke utara.  

"Saat ini tinggal tersisa tiga titik yang sedang ditangani. Sementara lima titik sudah selesai. Kami pastikan kepada masyarakat dan calon penumpang, KA tujuan ke selatan tetap berangkat. Prediksi pukul 18.00 nanti semua jalur kembali normal," kata Kepala Humas Daerah Operasi 2 Bandung, Joni Martinus seperti diberitakan RMOLJabar.Com

Joni merinci, longsor terjadi pada delapan titik, yakni KM 230 + 4/5, 230 + 9/0, 231 + 0/1, 231 + 8/9, 232+7/9,  233 + 0/2 , 233 + 7/8,  234+1/2 dengan panjang bervariasi antara 10 - 100 meter dengan tinggi  1 - 7 meter. Kedelapan titik longsoran tersebut hampir semua menutupi rel KA, sehingga Daop 2 Bandung langsung mengambil pola operasi memutar agar KA tetap berangkat.


"Tadi malam sekitar enam kami sudah mengerahkan alat berat dan petugas untuk memperbaiki jalur di titik longsoran pertama. Namun tak lama berselang terjadi longsor susulan di tujuh titik lain sehingga pengerjaan menjadi bertambah," paparnya.

Lebih lanjut ia merinci, di wilayah Jawa dan Sumatera terdapat 214 titik gangguan alam seperti longsor, banjir , tanah amblas dan sebagainya yang biasa dilalui jalur KA. Selain menyiagakan petugas selama 24 jam, PT KAI juga akan mengantisipasinya dengan menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) untuk mengatasi berbagai gangguan yang tidak diinginkan.

"Untuk area pulau Jawa dan Sumatera, kami mendeteksi ada 214 titik yang rentan gangguan alam. Untuk itu, Daop 2 juga turut menyiapkan alat material siaga di wilayah kerja yang dilewati. Penempatan petugas khusus di titik tersebut akan dimulai dari 24 juni 2016. Selain itu, kami juga akan menyiapkan petugas pemeriksa jalan rel ekstra selama angkutan Lebaran ini tahun ini," tandasnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya