Berita

Wiranto/RMOL

Pertahanan

Wiranto: Terorisme Dimotivasi Ideologi Kuno, Tapi Rumit Dihancurkan

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 08:00 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengaku puas dengan acara 3rd Counter Terrorism Financing (CTF) Summit di Kuala Lumpur, Malaysia yang telah digelar pekan lalu.

“Indonesia sangat puas dengan hasil KTT CTF ke tiga ini. Forum yang kita lakukan di Kuala Lumpur ini akan menjadi komunikasi jangka panjang dalam hal memerangi terorisme,” ujar Wiranto melalui keterangan tertulis, Kamis (23/11).

Wiranto mengatakan, Indonesia melakukan upaya nyata dengan membuat infrastruktur dan mekanisme keuangan agar memenuhi standar kepatuhan internasional dalam melawan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan teroris. Mantan Panglima ABRI itu menjelaskan saat ini pemerintah Indonesia baru saja selesai menjalani Mutual Evaluation Review (MER) oleh Grup Asia Pasifik (APG).


“Kami hanya berharap usaha yang kami lakukan akan memuaskan tim asesor,” kata Wiranto.

Wiranto menyadari, mendekati akhir 2017, ancaman global gelombang terosime masih terus dirasakan. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya tindakan kekerasan yang  menimbulkan korban ribuan orang tak bersalah di seluruh dunia, dengan mengatasnamakan kebencian rasial atau intoleransi agama.

“Ironisnya, jika tidak mau disebut tragis, meskipun gelombang terorisme itu dimotivasi oleh ideologi kuno, namun penerapannya sebagian besar difasilittasi oleh penggunaan persenjataan modern dan teknologi informasi yang canggih, termasuk pembiayaan elektronik dan sarana pertukaran financial virtual,” kata Wiranto.

Untuk mencari, melacak dan menghancurkan pembiayaan teroris, diakui Wiranto sangat rumit untuk dipecahkan. Sehingga tidak mungkin satu negara bisa melakukannya sendiri.

“Oleh karena itu, bukan sebuah kebetulan jika perwakilan atau delegasi dari 35 negara dan tujuh organisasi internasional berkumpul di Kuala Lumpur, untuk menemukan dan menguraikan lebih jauh cara-cara yang lebih baik dan efektif untuk menangani pendanaan terorisme,” kata Wiranto.

Politisi Hanura itu mengatakan, KTT CTF merupakan contoh yang baik dari kerja sama yang sukses di tingkat regional dalam upaya bersama untuk mengurangi bahkan mencegah pendanaan teroris sepenuhnya. Dengan demikian, KTT CTF sekarang menjadi forum dimana para ahli dari berbagai latar belakang, baik pembuat kebijakan, penegak hukum, entitas keuangan, maupun akademisi, dapat berkumpul untuk mendiskusikan dan merumuskan berbagai cara dalam mengoptimalkan usaha memerangi terorisme di Asia Tenggara dan Pasifik Selatan.

“Para pendahulu kita pernah menasehati kita bahwa cara terbaik untuk mengatasi kejahatan yaitu melalui kerja sama dan kolaborasi. Dan saya yakin bahwa KTT CTF ini akan menjadi forum terbaik dan paling tepat untuk mengintegrasikan dan mensinergikan upaya bersama kita dalam menghentikan pendanaan teror di Asia Tenggara pada khususnya dan di seluruh wilayah Asia Pasifik ada umum,” kata Wiranto.

Atas dasar itu, Wiranto mengatakan Indonesia berharap agar KTT CTF tidak hanya menjadi latihan rutin, tapi ke depan juga bisa menghadapi tantangan yang timbul dari upaya melawan pendanaan terorisme itu sendiri. [san]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya