Berita

Arist Merdeka Sirait dan Adde Rosi Khoerunnisa/Rapih Herdiansyah

Nusantara

Ketua Komnas PA Dorong DPRD Banten Perkuat Perlindungan Anak

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 06:53 WIB | LAPORAN:

Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait meminta dukungan DPRD Provinsi Banten untuk memperkuat gerakan perlindungan anak di Provinsi Banten,

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait yang datang bersama pengurus Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Banten, menemui Wakil Ketua DPRD Banten, Adde Rosi Khoerunnisa, kemarin (Selasa, 22/11).

Arist berharap DPRD Banten sebagai penentuk kebijakan anggaran, agar mendorong anggaran yang memadai untuk pelaksanaan program perlindungan anak. Secara khusus, Arist juga mengapresiasi adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Keluarga di Provinsi Banten yang di dalamnya diatur tentang perlindungan terhadap anak.


"Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kebijakan DPRD Banten yang membuat Perda Ketahanan Keluarga," ujar Arist.

Pada kesempatan itu, aktivis yang konsen terhadap perlindungan anak itu menyampaikan bahwa kedatangannya ke Banten dalam rangka menyosialisasikan gerakan perlindungan anak terhadap mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten.

“Kami mendorong didirikan jurusan perlindungan anak di Untirta. Mudah-mudahan terlaksana, dan ini luar biasa kalau memang ada jurusan khusus perlindungan anak. Selama ini soal perlindungan anak hanya sebagai sisipan di materi tentang Ilmu Hukum,” terangnya.

"Kami juga mohon dukungan legislatif," lanjut Arist yang mengaku akan mendatangi Baduy di Kabupaten Lebak untuk menyosialisasikan gerakan perlindungan anak.

Sementara itu, Adde mengatakan, DPRD Banten juga sangat memberikan perhatian terhadap perlindungan anak. Hal itu dibuktikan bahwa pada tahun anggaran 2018, DPRD Banten mendorong penguatan Perda Ketahanan Keluarga.

"Legislatif akan dorong (anggaran untuk program perlindungan anak), tinggal nanti teknis pelaksanaan programnya ada di eksekutif. Tapi saya yakin eksekutif, dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur Banten akan support juga," kata Adde Rosi.

Namun, politisi perempuan dari Partai Golkar ini menegaskan bahwa program perlindungan anak harus terintegrasi. Seluruh organisasi yang bergerak di bidang perlindungan anak harus bersinergi untuk bersama-sama melakukan gerakan perlindungan anak.

“Kalau parsial (jalan sendiri-sendiri), hasilnya tidak akan kelihatan hasilnya,” tutur wanita yang akrab disapa Aci  ini.

Lebih lanjut Aci mengatakan, sebenarnya Provinsi Banten ingin didorong sebagai provinsi layak anak. Akan tetapi, untuk menjadi provinsi layak anak, 80 persen kabupaten dan kota juga harus layak anak juga.

“Intinya, untuk anak-anak Banten, saya (DPRD) siap untuk perjuangkan,” ujarnya.[wid]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya