Berita

Bobby Adhityo Rizaldi/Net

Pertahanan

TNI-Polri Tidak Perlu Ragu Gempur KKB

KAMIS, 23 NOVEMBER 2017 | 00:21 WIB | LAPORAN:

. DPR berharap TNI dan Polri tidak berpuas diri atas keberhasilan membebaskan warga Papua yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). DPR ingin TNI-Polri menggempur dan menumpas kelompok yang diduga bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut.

Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi mengaku sangat mengapresiasi keberhasilan TNI-Polri yang membebaskan warga di Kampung Banti dan Kimbely, Tembagapura, Mimika, Papua, dari sanderaan KKB. Setelah sandera bebas, saatnya TNI-Polri menggempur dan menangkap para anggota KKB itu.

"Saya mengapresiasi keberhasilan TNI dan Polri dalam pembebasan sandera. Akan tetapi, para penyanderanya belum ditangkap, sehingga saya menyarankan dilakukan operasi bersama TNI dan Polri untuk melakukan pengejaran," kata politisi muda Golkar itu, Rabu (22/11).


Bobby belum tahu persis KKB tersebut bagian dari OPM atau bukan. Yang jelas, baginya, kelompok tersebut sangat berbahaya dan berpotensi bereskalasi menjadi kelompok militer separatis. Makanya, kelompok tersebut pantas digempur dan ditumpas.

Atas peristiwa itu, Bobby juga meminta pemerintah untuk segera merumuskan formulasi keamanan di Papua. Definisi KKB juga perlu diperluas.

"Menko Polhukam perlu meredefinisi kelompok bersenjata tersebut. Sebab, ini sepertinya sudah bukan kriminal murni. Kelompok ini sangat terorganisir dan menimbulkan dampak teror yang luas dan terhubung dengan organisasi politik di luar negeri," katanya.

Dia menyadari, pemerintah dihadapkan pada posisi dilema dalam menghadapi kelompok ini. Sebab, untuk mengklasifikasi apakah langkah TNI-Polri membebaskan sandera dan mengejar para pelaku dikategorikan operasi militer atau operasi militer selain perang selalu dibenturkan dengan problem HAM di Papua.

Selama ini, memang, upaya TNI-Polri untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan di Papua selalu dibentur-benturkan dengan HAM. Kelompok-kelompok pro kemerdekaan Papua selalu menggoreng isu itu dan membawa ke forum internasional. Kondisi itu sering menimbulkan citra negatif bagi Indonesia.

Meski begitu, Bobby meminta pemerintah tidak perlu ragu dalam menggempur kelompok itu. Sebab, tindakannya menyadera warga sudah jelas sangat membahayakan. Makanya, pemerintah harus bergerak cepat.

"Ini perlu segera diputuskan agar aksi kelompok bersenjata ini tidak meningkat menjadi aksi separatis militer," tegasnya. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya