Berita

Nusantara

Justru Sandiaga Uno Mau Angkat Pasukan Orange Jadi PNS

RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 14:14 WIB | LAPORAN:

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa pengelolaan atas petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) alias pasukan orange tetap dilakukan oleh pihaknya.

Dia membantah kabar yang mengatakan bahwa pengelolaan pasukan orange akan diambil alih oleh pihak swasta, PT Integrated Service Solutions (ISS) Indonesia.

"Tidak sama sekali,” tegas Sandi saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/11).


Beberapa waktu lalu, atas undangannya, Sandi dengan Direktur Utama PT ISS Indonesia, Elisa Lumbartoruan memang pernah bertemu. Terkait itu, politisi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa saat itu pihaknya hanya ingin belajar tentang pengelolaan pekerja di PT ISS.

"Hanya belajar tentang best practice di ISS. Bahwa ISS punya morning btiefing, punya end of the the day briefing di mana kelengkapan mereka cek. Belt-nya sudah pakai, alat-alatnya semua nempel, cek, cek, cek. Terus mereka nanti masuk kamar mandi, wastafel dibersihin, cek, WC-nya dibersihin, cek, kertas tisu WC ada apa enggak, cek. Kalau ada terus dilancipin, tahu gak? Suka dilancipin gitu, klep, kan keren kan," jelasnya.

Sandi sangat ingin membuat para anggota pasukan orange disiplin seperti apa yang selama ini diterapkan oleh perusahaan outsourcing itu kepada para pekerjanya.

"Nah, itu disiplin yang kita ingin. Dan kita ingin best practice," imbuhnya.

Karenanya, kembali ditegaskan Sandi bahwa pertemuan itu sama sekali bukan untuk membicarakan soal kerjasama dalam pengelolaan pasukan orange.

"PPSU akan tetap dikelola kita," tegasnya lagi.

Lebih lanjut Sandi mengatakan bahwa nantinya jika sudah berhasil menerapkan apa yang diterapkan oleh PT ISS, para anggota pasukan orange itu akan diangkat menjadi pegawai tetap, bisa juga diangkat menjadi PNS.

"Begitu mereka sudah 3 tahun di PPSU, mereka juga bisa naik kelas. Mungkin jadi PNS yang betul, yang terbaik, yang seperti saya pernah ngomong dulu, top 10 persen dari mereka punya kesempatan naik kelas. Karena kita enggak ingin Bapaknya PPSU, anaknya juga PPSU. Kita ingin ada upwork  mobility. Itu yang ingin kita lakukan," tukas Sandi. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya