Berita

Rohidin Mersyah/Net

Nusantara

Plt Gubernur Berharap Bengkulu Masuk Dalam Kawasan Ekonomi Khusus

RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 01:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah di hadapan anggota Komite IV DPD RI memaparakan keunggulan Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu pada fokus grup diskusi (FGD) di Ruang Pola Bappeda Pemprov Bengkulu, Kota Bengkulu, Selasa (21/11).

"Bengkulu ini provinsinya kecil tetapi kita punya satu infrastruktur besar di Bengkulu, kita punya Pelabuhan Pulau Baai. Pelabuhan Pulau Baai ini punya lahan pendukung 1.200 hektare," jelas Rohidin seperti diberitakan RMOLBengkulu.com.

Diketahui, Pelabuhan Pulau Baai merupakan anak cabang yang ke 12 dari Pelindo II dan kinerja dari pada Pelindo II Bengkulu ini mendapatkan predikat terbaik di tahun 2017.


Kepada anggota Komite IV DPD, mantan wakil bupati Kabupaten Bengkulu Selatan ini mengungkapkan kinginannya agar Bengkulu masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan dicanangkan oleh Bappenas hampir di 60 daerah.

"Saya berharap dukungan Komite IV DPD RI itu dari 60, Bengkulu masuk di dalamnya. Saya tidak bermaksud dikasihani tetapi ini sangat layak," tegas Rohidin Mersyah.

Lebih lanjut, Bengkulu telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian menjadi satu Karantina Nasional Ternak Indonesia. Penetapan KEK ini sangat potensial nantinya dengan berfungsinya Pelabuhan Pulau Baai, pengembangan industri kedepan akan sangat besar.

"Bengkulu itu bisa memacu pertumbuhan Sumatera dengan Pulau Baai jika dibangun KEK di sini, dan bisa membantu pengendalian inflasi Sumatera, karena bisa mengendalikan moda transportasi barang jasa utama," ucap Rohidin Mersyah.

Terkait dengan apa yang disampaikan Rohidin Mersyah, Wakil Ketua Komisi IV DPD RI Siska Marleni mengungkapkan secara geografis Bengkulu sudah memungkinkan untuk bisa menjadi salah satu dari pada kegiatan program pemerintah KEK, seperti peternakan.

"Sangat layak, sangat memadai jika kami suarakan, kami akan sampaikan kepada pihak yang dalam hal ini yang membuat perencanaan pembangunan, yakni Kementerian Bappenas untuk bisa mengakomodir ini," jelas Siska Marleni.

Secara statistik dan secara historis Bengkulu sudah selayaknya berada setara dengan provinsi lainnya yang ada di Indonesia, dan pemerintah harus berada di barisan paling depan dalam memajukan Bengkulu.

Tampak hadir dalam pertemuan itu Anggota Komisi IV DPD RI Ahmad Kanedi yang juga sebagai ketua rombongan, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Bengkulu Yuan Candra Djaisin, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Endang Kurnia Saputra, Kepala Perwakilan BPKP Bengkulu Bram Brahmana serta kepala OPD Pemprov Bengkulu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya