Berita

Foto: Dok/Kemnaker

Kemnaker Gelar Kompetisi KKIN Untuk Instruktur Kompetitif

RABU, 22 NOVEMBER 2017 | 08:19 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) tahun 2017. Kompetisi dalam rangka percepatan peningkatan kompetensi instruktur Indonesia

Kompetisi KKIN ini adalah yang ke-VI dan berlangsung di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, dari Selasa-Sabtu (21-25/11). Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka resmi secara kegiatan KKIN.

Dirjen Pembinaan Pelatihan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Bambang Satrio Lelono, menyatakan melalui KKIN para instruktur bisa semakin kompetitif dan berdaya saing.


"Saya berharap instruktur termotivasi dalam meningkatkan kompetensinya baik secara individu maupun kedinasan sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja secara nasional," kata Bambang.

Menurut Bambang, kompetisi KKIN  diikuti 108 kompetitor/instruktur dari 12 regional/wilayah. Para instruktur itu, berasal dari lembaga pelatihan pemerintah, industri dan swasta yang berhasil meraih peringkat satu pada KKIN VI tingkat regional sebelumnya.

Lanjut Bambang, ada sembilan bidang keahlian yang dilombakan pada KKIN ke-VI, yaitu Pengelasan, Otomotif Kendaraan Ringan, Pendingin dan Tata Udara, Elektronika, Desain Grafis, Tata Busana, Instalasi Listrik, Perancangan Rekayasa Mekanik CAD dan Solusi Perangkat Lunak Teknologi Informasi untuk Bisnis.

Selain sebagai aja peningkatan kompetensi, Bambang menilai KKIN juga menjadi instrumen untuk mengukur dan memantau peta kompetensi instruktur sesuai dengan bidang keahliannya.  

"Peta persaingan instruktur dapat menjadi rujukan pemerintah dalam perencanaan program pembinaan instruktur di masa yang akan datang," ungkap Bambang.

Lebih jauh Bambang mengatakan, KKIN ini dapat mempererat hubungan kerja sama antara pemerintah, swasta, serta dunia usaha dan industri.  Sekaligus sebagai media untuk tukar pengalaman dan informasi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kepelatihan.

"KKIN dapat menambah wawasan dan pengalaman berkompetisi bagi instruktur dan pengelola lembaga pelatihan kerja sehingga mereka mampu menyiapkan calon kompetitor pada ASEAN Skills Competition (ASC) dan mampu menyiapkan diri pada ajang kompetisi trainer tingkat Asia Tenggara maupun tingkat yang lebih luas lagi," kata Bambang.

Tenaga Kerja Kompetitif

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan sangat mendukung penyelenggaraan KKIN ini. Menurut Ganjar KKIN bisa meningkatkan kompetensi instruktur sehingga bisa menyiapkan calon tenaga kerja yang kompetitif dan berdaya saing.

"Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini sebagai salah satu langkah nyata untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing dalam rangka menyongsong bonus demografi di Indonesia yang diperkirakan terjadi pada tahun 2020-2030," kata Ganjar Pranowo.

Berdasarkan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, peran BLK & Instruktur yangg kompeten sangat diperlukan dalam rangka menjembatani link and match antara dunia pendidikan dunia dunia kerja.

"Dengan instruktur yang kompeten diharapkan akan menghasilkan calon tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja," ujar Ganjar.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah bulan Agustus 2017, jumlah Angkatan Kerja di Jawa Tengah sebanyak 18,01 juta orang. Penduduk yang bekerja sebanyak 17,19 juta sehingga jumlah pengangguran 0,82 juta orang dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah sebesar 4,57 persen. Dari jumlah tersebut pengangguran dari lulusan tingkat SLTA sebesar 50,56 persen.

Banyaknya jumlah pengangguran lulusan SLTA tersebut salah satu penyebabnya adalah tidak sinkronnya kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan pasar kerja.

"Untuk itu solusinya adalah penjurusan di SMK harus betul-betul sesuai kebutuhan dunia kerja. Demikian pula, pelatihan calon tenaga kerja. Ke depan perlu disinkronkan dengan kebutuhan investor, berapa jumlah tenaga kerja dan jabatan-jabatan yang dibutuhkan," ungkap Ganjar. [wid]

 
 

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Kapolri: Hadapi Persoalan Bangsa Butuh Soliditas

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:58

Ekonomi RI Diguncang Triple Shock, APBN Makin Babak Belur

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:47

Perang Timur Tengah, Siapa yang Diuntungkan?

Rabu, 11 Maret 2026 | 21:21

Haris Azhar Anggap Broken Penanganan Kasus Lee Kah Hin

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56

Arahan Google Maps, Mobil Terjun Timpa Rumah Warga

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:51

Safari Ramadan Romo Budi: Dari Sumba ke Bali, Bukber Lintas Agama Bikin Hangat

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:39

Tewasnya Ermanto Usman Murni Kasus Pencurian

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:38

KPK Agendakan Periksa Yaqut hingga Rencana Penahanan

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:27

MQ Iswara Dukung Bahlil Dorong Beasiswa LPDP untuk Santri

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:15

Prabowo Kaget Pertamina Punya 200 Anak Perusahaan, Soroti Kejanggalan Audit

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:10

Selengkapnya