Berita

Bus Transjakarta/Net

Nusantara

Transjakarta Gagal Urai Kemacetan Ibukota

SELASA, 21 NOVEMBER 2017 | 04:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Target untuk mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi publik Transjakarta gagal direalisasikan. Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada 2017, preferensi masyarakat dalam menggunakan sarana transportasi umum hanya sekitar 12-15 persen.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tersendiri, soal kemampuan PT Transjakarta dalam mengemban tugas menghadirkan angkutan massal yang nyaman dan aman dalam membantu Pemprov DKI mengurangi kemacetan ibukota.

"Harus ada evaluasi menyeluruh dalam pengelolaan Transjakarta ini," kata Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad, Senin (19/11), seperti dilansir dari RMOLJakarta.com.


Syaiful mengatakan, pelayanan Transjakarta belum kunjung membaik dari hari ke hari. Waktu tunggu yang panjang, fasilitas yang tidak memadai bagi penyandang cacat, jalur kurang steril serta sederet persoalan lainnya seakan jauh dari kata tuntas.

"Akibatnya tujuan awal busway untuk mengalihkan pengguna angkutan pribadi ke angkutan umum gagal diwujudkan," ujar Syaiful.

Meski begitu, Syaiful meyakini, Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen Transjakarta. Terlebih dalam sejumlah kesempatan, Anies-Sandi juga menyoroti kondisi Transjakarta yang masih buruk.

"Gubernur dan wagub pasti sudah mencium ketidakberesan dalam pengelolaan busway. Kami yakin perbaikan akan segera dilakukan, salah satunya dengan merombak jakaran direksi PT Transjakarta dan menggantinya dengan yang lebih berkompeten," tutur Syaiful. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya