Berita

Foto: Dok/Kemnaker

Menaker: Program Pemagangan Ke Jepang Akan Terus Ditingkatkan Jumlahnya

SENIN, 20 NOVEMBER 2017 | 19:52 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Pemerintah akan terus meningkatkan jumlah peserta program pemagangan ke Jepang. Peluang tersebut harus dimbangi kompetensi dan keterampilan kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri di sana.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada acara Penandatanganan Komitmen Program Pemagangan ke Jepang Antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan CEO IM Jepang di Bengkulu, Jumat (17/11).

"Peluang magang  di Jepang ini  menjadi  momentum yang baik bagi  para pemerintah daerah, termasuk pemda Bengkulu, untuk terus mendorong  dan mempersiapkan agar anak-anak mudanya ikut  pemagangan di Jepang," katamya.
 

 
Data Kemnaker  per 30 september 2017 tercatat telah lebih dari 68.450 orang peserta pemagangan yang telah diberangkatkan ke luar negeri, dimana sekitar 48.389 orang telah kembali dan 20.061 orang peserta masih mengikuti program pemagangan di luar negeri, terutama di Jepang.

Menurut Menaker, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) terus mendorong berbagi upaya peningkatan kompetensi masyarakat Indonesia. Baik untuk angkatan kerja lama maupun angkatan kerja baru.

Upaya peningkatan kompetensi ini dinilai Menaker sebagai terobosan nyata untuk meningkatkan kompetensi SDM Indonesia. Dengan adanya kompetensi yang terakui, masyarakat khususnya pemuda dapat masuk ke pasar kerja.

"Program pemagangan ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk memastikan agar pemuda kita ini memiliki keterampilan, memiliki kompetensi," ujar Menteri Hanif.

Program pemagangan, kata Menaker bukanlah program yang berorientasi pada upah. Namun, pemagangan merupakan bagian dari sistem pendidikan dan pelatihan kerja. Untuk itu, pemagangan ke luar negeri seperti ke Jepang harus diniati sebagai belajar. Peserta pemagangan harus menguasai sisi keilmuan maupun etos kerja dan produktitasnya.

"Sesungguhnya pelatihan kerja dengan pola pemagangan luar negeri dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kemampuan SDM kita mendekati standar kompetensi industri multinasional agar mampu bersaing di pasar kerja global, " ujar Menaker.

Menaker berharap sekembalinya ke Indonesia, para peserta pemagangan tersebut bisa berwirausaha atau bekerja di perusahaan. Peserta magang juga diharapkan mampu menularkan kebiasaan positif berupa etos kerja dan kompetensi yang tinggi sebagai kontribusi kepada perusahaan dimana dia bekerja. Sebab produktivitas setiap tenaga kerja akan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan.

"Kita harus pastikan agar anak-anak muda ini masuk ke pasar kerja. Dan tak lain cara agar mereka masuk ke pasar kerja adalah dengan meningkatkan kompetensinya," kata Menaker menjelaskan.

Plt. Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah pun mensyukuri akhirnya IM Japan (Internasional Manpower Development Organization Japan) membuka kembali program pemagangan ke Jepang. Ia pun mengajak kepada seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu dan masyarakat Bengkulu pada umumnya untuk dapat memaksimalkan program ini dengan sebaik-baiknya.

"Terima kasih kepada IM Japan yang sudah membuka lagi kesempatan bagi Bengkulu. Kita akan persiapkan para peserta magang ke Jepang dengan lebih baik agar bisa belajar banyak selama di sana," kata Rohidin.

Pada kesempatan ini, Rohidin juga memaparkan, selain peningkatan kompetensi SDM, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja dan menjaga iklim kondusif dunia industri.

Hal ini dilakukannya dengan menerangkan Upah Minum (UM) tahun 2018 berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Saya berharap, pekerja dapat menerima ini dan pengusaha dapat mematuhinya," paparnya. [wid]

 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya